KPK OTT di Bengkulu

Ridwan: Saya Bertanggung Jawab atas Kekhilafan Istri Saya. Saya Mohon Maaf Pada Rakyat Bengkulu

KPK menetapkan empat tersangka, yakni Ridwan dan istrinya, Lili Martiani Maddari serta dua pengusaha Jhoni Wijaya (Dirut PT SMS) dan Rico Dian Sari.

Ridwan: Saya Bertanggung Jawab atas Kekhilafan Istri Saya. Saya Mohon Maaf Pada Rakyat Bengkulu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (kedua kiri) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikawal petugas saat digelandang ke gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6/2017). KPK mengamankan lima orang diantaranya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Istri Gubernur Bengkulu Lily Martiani Maddari dan tiga orang dari pihak swasta (pemberi suap). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti memohon maaf kepada rakyat Bengkulu.

Dia merasa bertanggung jawab atas kekhilafan istrinya yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Ya, permohonan maaflah. Saya harus bertanggung jawab terhadap kekhilafan istri," ujar Ridwan kepada Metro TV usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Rabu (21/6/2017).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Ridwan dan istrinya, Lili Martiani Maddari serta dua pengusaha Jhoni Wijaya (Dirut PT SMS) dan Rico Dian Sari.

Uang sebesar Rp 1 miliar diduga diterima Lili di kediamannya di kawasan Sidomulyo, Bengkulu.

Rico Dian sari yang merupakan Bendahara DPD Golkar Provinsi Bengkulu langsung ditangkap KPK setelah menyerahkan uang dalam kardus.

Uang suap diduga diberikan PT SMS selaku pemenang proyek.

Dua proyek jalan tersebut berada di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Artikel ini sebelumnya telah dipublikasikan kompas.com dengan judul Gubernur Bengkulu: Saya Bertanggung Jawab Atas Kekhilafan Istri Saya

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved