KPK OTT di Bengkulu

Langsung Ditahan KPK, Ridwan Mukti Umumkan Mengundurkan Diri dari Gubernur Bengkulu

Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam, akhirnya penyidik KPK resmi menahan empat tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Bengkulu.

IST
Ridwan Mukti 

SRIPOKU.COM--Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam, akhirnya penyidik KPK resmi menahan empat tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bersama istrinya Lily Martiani Maddari dan dua pihak swasta langsung ditahan.

Ridwan Mukti sendiri, usai menjalani pemeriksaan ketika keluar gedung KPK dengan seragam KPK sempat distop wartawan.

Dalam kesempatan itu, pria kelahiran Musirawas itu meminta maaf kepada masyarakat Bengkulu dan siap bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, ia juga dengan tegas menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar (PG) sekaligus menegaskan pengunduran dirinya sebagai Gubernur Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti
Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti (KOMPAS.com/FIRMANSYAH)

Seperti diketahui, sekitar pukul 06.27 WIB tampak pengusaha Jhonny Wijaya lebih dulu merampungkan pemeriksaannya dan keluar dari gedung KPK dengan dikawal 4 orang petugas rutan.

Jhonny tampak langsung mengenakan baju tahanan khas KPK.

Saat dikonfirmasi pengusaha asal Bengkulu ini enggan berkomentar.

Untuk selanjutnya Jhonny akan ditahan di rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Berselang setengah jam kemudian, giliran isteri Gubernur Bengkulu Lily Martiani Maddari keluar gedung KPK dengan membawa sebuah tas koper besar berwarna hitam.

Saat dikonfirmasi Lily bungkam seraya bergegas memasuki mobil tahanan yang akan membawanya ke rutan KPK C-1, gedung lama KPK.

Sekitar pukul 7 pagi, giliran Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti keluar dari gedung KPK dikawal lima orang petugas rutan.

Saat dikonfirmasi Ridwan sempat berkomentar terkait kasus yang menjeratnya.

Dalam rekaman video yang dikutip dari Metro TV, Ridwan menyampaikan permohonanan maafnya kepada masyarakat Bengkulu dan menyatakan dirinya bertanggung jawab atas kekhilafan isterinya.

Pada kesempatan itu pula Ridwan menyatakan pengunduran dirinya jabatan pemerintahan dan kepartain.

Ditanyai apakah dirinya mendapatkan antuan hukum dari Partai Golkar Ridwan mengatakan belum mengetahuinya, seraya memasuki mobil tahanan yang membawanya ke rutan Guntur untuk menjalani penahanan, 20 hari ke depan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved