KPK OTT di Bengkulu

Ini Sosok Ridwan Mukti di Mata Dua Mantan Ajudannya. Sebuah Fakta yang Sungguh Mengejutkan

Saya hanya sayangkan kok nggak ada yang lindungi beliau, nggak ada yang ingetin. Nggak ada yang mau pasang dada untuk kebaikan beliau.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
IST
Ridwan Mukti 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Begitu mendengar informasi bahwa Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti beserta isterinya Lili Martiani Maddari terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Yudha mengaku sangat terkejut dan seolah tak percaya.

Anggota Polres Musirawas yang pernah menjadi ajudan Ridwan Mukti selama sembilan tahun ketika Ridwan Mukti menjabat Bupati Musirawas itu merasa sangat sedih dan prihatin ketika kabar penangkapan tersebut memang benar.

"Prihatin sekali, sedih. Saya sudah lama ikut beliau, paham karakter beliau, nggak mungkin rasanya bisa seperti ini. Beliau paling takut ada kebijakan yang salah, sekecil apapun kesalahan dalam dokumen yang mau ditanda tangani saja, itu pasti dikoreksi," ujar Febri Yudha, diwawancarai Sripoku.com, Rabu (21/6/2017).

Selama menjadi ajudan, Febri Yudha mengaku Ridwan Mukti cukup perhatian dengan anggota dan peduli.

Bahkan dengan orang lain pun juga begitu, tegur sapanya sangat baik.

Ditanya kesan apa saja yang dirasakan selama menjadi ajudan Ridwan Mukti, Febri Yudha mengaku cukup banyak.

Misal ia pernah suatu ketika di tahun 2008, diajak meninjau lokasi daerah yang terisolir, di Desa Napal Licin Kecamatan Ulurawas (saat ini masuk Kabupaten Muratara-red).

Berangkat hanya berdua saja, untuk melihat secara riil kondisi di lapangan.

"Hanya berdua saja dengan beliau, saya yang nyopir. Beliau sampai hafal jumlah jembatan yang dilewati, karena memang di daerah yang kami datangi itu banyak sekali jembatannya. Dari perjalanan berdua itu yang saya tangkap, beliau betul-betul ingin membangun," kata Febri Yudha.

Dikatakan, ketika Ridwan Mukti akan hijrah ke Bengkulu, ia juga pernah ditawari apakah tetap ingin ikut ke Bengkulu.

Namun karena ia sudah berkeluarga, maka Febri mengaku tak bisa ikut jadi ajudan di Bengkulu.

Senada dikatakan Ipda Katya Dipura, yang juga mantan ajudan Ridwan Mukti ketika yang bersangkutan menjabat Bupati Musirawas.

Katya Dipura yang juga anggota Polres Musirawas adalah ajudan Ridwan Mukti paling lama.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved