Kapolri: Boleh Lebaran tapi tidak Libur, Berikan Pengamanan Semaksimal Mungkin

kepolisian akan memberantas premanisme, jambret, copet dan aksi kejahatan lainnya yang kerap terjadi di stasiun, bandara, mal, dan keramaian lainnya.

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Tarso
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta seluruh anggota polisi di Indonesia, agar dapat fokus berkerja menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat di saat Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.

Menurutnya, polisi tetap diperbolehkan lebaran, tapi tidak diperkenankan liburan.

"Tidak ada liburan buat polisi, kita dibayar untuk menjaga keamanan. Jadi tangkap-tangkapin semua, jika ada yang meresahkan masyarakat," katanya di sela-sela acara Bhakti Sosial dan Bazar Ramadhan 1438 H di Mapolda Sumsel, Jumat (16/6).

Dikatakan, pihaknya pun akan menggelar Operasi Rahmadnia 2017, untuk pengamanan mudik lebaran. Kepolisian akan menyiapkan beberapa posko pengamanan dan pelayanan publik selama operasi tersebut digelar.

"Kita akan berikan pengamanan semaksimal mungkin pada saat arus mudik maupun arus balik," ucap Tito.

Menurutnya, kepolisian akan memberantas premanisme, jambret, copet dan aksi kejahatan lainnya yang kerap terjadi di stasiun, bandara, mal, dan tempat keramaian lainnya.

Langkah aktif itu dilakukan untuk menjaga keamanan selama lebaran mendatang, agar tetap kondusif dan jangan sampai ada aksi teror.

Saat ini saja sudah 31 orang yang diamankan dan ditangkap di lokasi berbeda, terkait aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terjadi pada Rabu (24/5) malam.

"Tolong dicatat, tolong dicatat ya, sejak bom Kampung Melayu, kita sudah menangkap 31 orang yang terkait yang menyebar di Medan, Jambi, Sulteng, Bima dan daerah lainnya," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved