Ramadan 2017
Tajamkan Hati di Bulan Suci
SUATU hari ada seorang yang menghadiri majelis pengajian Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi. Saat itu Habib Ali sedang menguraikan masalah sedekah. Sepul
Oleh: Izzah Zen Syukri
(Dosen FKIP dan Manager Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang)
SRIPOKU.COM - SUATU hari ada seorang yang menghadiri majelis pengajian Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi. Saat itu Habib Ali sedang menguraikan masalah sedekah. Sepulang dari pengajian, orang itu bermaksud mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Namun, istrinya mencegahnya. Istrinya khawatir jika sang suami bersedekah, kebutuhan mereka akan terganggu. Selain itu, sedekah menjadikan harta mereka berkurang.
Berita Lainnya:
Pria Ini Marah Istrinya Selalu Sedekah Banyak, Saat Periksa Dompet Hal Mengejutkan Terjadi
Laki-laki itu mendatangi Habib Ali. Ia teringat bahwa seseorang yang bersedekah telah mematahkan tulang dagu 70 setan. Ia pun berkata, "Ya Habib, aku punya satu setan yang tak mampu kulawan. Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkan 70 setan?"
Saudaraku, yang ingin menjadi kekasih Allah, coba renungkan kata-kata agung Baginda Rasulullah saw maa naqosho maa lun min shodaqotin bal yazdaad bal yazdaad bal yazdaad `Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan bertambah, bahkan bertambah, bahkan bertambah'.
Mau kepada siapa lagi kita akan percaya, selain kepada Rasul utusan Allah. Nabi yang sepanjang hidupnya tak pernah dusta. Nabi yang dari awal sudah dijuluki al-Amin karena kejujurannya. Jika Nabi berkata demikian, tentu akan menjadi kenyataan. Jika hati kita menolak dan tidak percaya bahwa sedekah akan melipatgandakan harta kita, kita akan menyesal saat berada di alam barzah. Betapa kita hanya punya harta sebatas di dunia. Sementara di akhirat kita menjadi miskin papa.
"Jangan kamu sibuk membangun istana di dunia. Sementara bangunan itu takkan kamu bawa hingga ke barzah," demikian kata-kata Syekh Abdul Qodir Jailani. Kebanyakan kita salah perhitungan dengan harta. Kita lebih banyak menabung di bank dunia. Sementara bank Allah yang jelas-jelas besar bunganya lagi halal buat kita, terkadang hanya kita isi dengan uang kecil saja.
Bank Allah sangat banyak jumlahnya. Sekolah/madrasah, masjid, musala, pondok pesantren, rumah-rumah yatim, lembaga pendidikan, majelis Alquran, majelis zikir dan taklim adalah beberapa contoh bank-bank Allah yang memiliki cabang di seluruh dunia.
Orang-orang yang senang berinfak, mengeluarkan hartanya di jalan Allah adalah orang-orang yang tajam pikiran dan kalbunya. Sementara, orang-orang yang sibuk membangun kemegahan dunia adalah mereka yang buta mata hatinya. Di bulan Ramadhan yang indah dan mulia ini hendaklah kita bermohon kepada Allah agar kita senantiasa berada di jalan yang lurus, shiroothol mustaqim, jalan yang Allah ridhoi. Harta yang merupakan titipan Allah semata, sebaiknya dikembalikan lagi kepada Yang Empunya agar hidup kita sejahtera hingga ke negeri yang abadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-sedekah_20151205_142010.jpg)