Tiap Hari Polda Sumsel akan Tangkapi Preman Hingga Lebaran
Operasi premanisme tidak hanya dilakukan di Palembang saja, tapi di seluruh wilayah Sumsel, seperti Kabupaten Lahat, OKU, Empat Lawang dan daerah lain
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo, SIk, MSi, mengatakan 20 orang yang diamankan akan dilakukan pembinaan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat, sebelum akhirnya bisa membaur kembali ke masyarakat.
Sebab, dari kesemuanya tidak ditemukan barang bukti tindak pidana, seperti melakukan pemerasan, menyimpan senjata tajam atau lainnya.
Namun pihaknya akan terus melakukan operasi premanisme hingga menjelang lebaran nanti.
"Ini akan kita gelar setiap hari untuk menjaga stabilitas keamanan dan situasi kondusif di wilayah Sumsel," katanya, Senin (12/7/2017).
Untuk itu dikatakan Prasetijo, operasi premanisme tidak hanya dilakukan di Palembang saja, tapi di seluruh wilayah Sumsel, seperti kabupaten Lahat, OKU, Empat Lawang dan daerah lainnya.
Hasilnya nanti baru akan diketahui berapa jumlah orang yang diduga preman di wilayah Sumsel, untuk kemudian dilakukan pendataan dan pembinaan.
"Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut-takut melaporkan ke polisi, jika ada ancaman ataupun tindakan meresahkan dari para preman," tegasnya.
Sebelumnya, sebanyak 20 orang yang diduga preman, pengamen dan parkir liar diamankan kepolisian dari Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Senin (12/6/2017).
Mereka terjaring operasi premanisme di sekitar Pasar 16 Ilir, bawah Jembatan Ampera, Monpera dan Masjid Agung Palembang, karena dinilai meresahkan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/puluhan-preman-di-polda-sumsel_20170612_144648.jpg)