Dodi Larang Camat Tinggalkan Wilayahnya, Ini Masalahnya

Informasi mengenai karhutlah dan hot spot sangat penting, karena bisa diteruskan untuk mencari upaya dalam mengatasinya.

Dodi Larang Camat Tinggalkan Wilayahnya, Ini Masalahnya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ/DOKUMEN
H Dodi Reza Alex 

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Upaya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di wiliyah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Bupati Dodi Reza Alex Noerdin menegaskan untuk para camat agar tidak meninggalkan tempat.

Instruksi tersebut dikeluarkan Dodi, agar karhutlah dan titik hot spot tidak kembali terjadi.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, dalam melakukan penanganan hot spot sudah mempunyai tim terpadu, setiap harinya dua kali informasi mengenai hot spot saya terima.

Informasi mengenai karhutlah dan hot spot sangat penting, karena bisa diteruskan untuk mencari upaya dalam mengatasinya jika seandainya terjadi titik hot spot.

"Selain itu saya menegaskan untuk para camat diharapkan tidak meninggalkan tempat, dan tetap memantau titik-titik hot spot di wilayah masing-masing. Saya tidak ingin informasi karhutlah di dapatkan dari orang lain, seharusnya pemerintah kecamatan yang harus melaporkan kejadian tersebut," kata Dodi.

Saya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kesiapan dalam menghadapi karhutlah 2017 ini. Selain itu Satgas BPBD Muba, siap siaga dan tentunya kita dibantu dengan TNI, Polri terkait karhutlah.

"Percepatan menghadapi karhutlah kita aktifkan posko-posko dan turun langsung. Selain itu saya tegaskan kepada perusahaan karena kita sudah memiliki SOP yang jelas dan juga rambu-rambu yang jelas. Jika terdapat kelalalian terjadinya titik hot spot sanksi hukum dan sampai pencabutan izin perusahaan akan dilakukan," tegasnya.

Sementara, Kepala BPBD Muba, Haryadi Karim, mengatakan pihaknya telah membangun sembilan posko untuk penanganan karhutlah, saat ini posko tersebut telah diresmikan oleh Gubernur Sumsel beberpa waktu lalu tim terpadu akan langsung bergerak melakukan pemantuan karhutlah.

“Posko terpadu tersebut rencananya akan ditempati oleh TNI, Polri, BPBD Muba, Manggala Agni, Dinas Kehutanan dan Dinas Kesehatan Muba. Masing-masing tim tersebut mempunyai peran tersendiri dalam mengatasi agar tidak terjadinya karhutlah seperti pada tahun 2015 lalu,” kata Haryadi.

Kendati karhutah saat ini belum terlalu, tetapi kita selalu siap dalam mengantisipasi agar karhutlah tidak terulang lagi seperti memberikan himbauan terhadap masyarakat dan melakukan patroli keliling.

“Posko karhutlah kita fokuskan pada Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir karena pada tahun 2015 lalu daerah tersebut menjadi titik hotspot yang paling banyak. Oleh karena itu, dengan berdirinya posko pemantau karhutlah ini dapat mengantisipasi karhutlah apalagi kedepannya Sumsel banyak mengagendakan event-event besar seperti Asean Games,” jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved