95 Persen Septic Tank Warga Muaraenim Bocor

Saat ini, 95 persen septic tank yang digunakan oleh masyarakat tidak menggunakan anti bocor, sehingga kemungkinan besar akan mencemari air tanah.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin Msi, melakukan rapat membahas masalah bantuan jambanisasi untuk masyarakat kurang mampu di Pemkab Muaraenim, Jumat (9/6). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Saat ini, 95 persen septic tank yang digunakan oleh masyarakat tidak menggunakan anti bocor, sehingga kemungkinan besar akan mencemari air tanah yang dikonsumsi oleh masyarakat.

"Ini terlihat dari mobil tinja kita yang belum optimal," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim, H Ramlan Suryadi, Jumat (9/6/2017).

Menurut Ramlan, saat ini, sebagian besar pemukiman atau perumahan masyarakat di kota Muaraenim masih menggunakan septic tank yang bocor seperti hanya dindingnya saja yang diberi semen sedangkan di bagian bawahnya tidak disemen hanya tanah sehingga airnya (limbah tinja) bisa merembes ke sumur atau sumber air bersih warga.

Oleh karena itu, kedepan perlahan-lahan harus sudah diganti dengan menggunakan septic tank yang anti bocor, dan jika penuh akan disedot oleh mobil tinja secara berkala.

" Kedepan, kita bukan hanya kuantitas tetapi kualitas juga," ujar Ramlan.

Ditambahkan Kadinkes Muaraenim dr H Yan Riyadi MARS, bahwa septic tank yang bocor itu sangat berbahaya bagi manusia, sebab dalam tinja tersebut ada kuman yang namanya e-coli yang bisa meresap dan menyebab sekitar 100 meter dari sumbernya di septic tank.

Dan kuman e-coli jika masuk ke tubuh manusia bisa menyebabkan diare.

"Jadi tanah tidak sepenuhnya menyaring, ia akan mengalir terutama ke dataran rendah ke dalam sumur milik warga," ujar Yan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved