Ingin Menguji Cinta? Istri Bilang Pernah Ngamar dengan Mantan Pacar, Begini Respon Sang Suami
"Sudah terlanjur tahu, hak cerai di tangan anda pak sebagai laki-laki, mau cerai silakan, mau lanjut ya monggo. Saran saya, usahakan jangan pernah ist
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM--Kejujuran merupakan sebuah hal yang seringkali dipandang sepele namun sebenarnya sangat sulit dilakukan.
Kejujuran memiliki pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan hidup dan seringkali menjadi salah satu faktor penentu.
Tidak terkecuali dalam kehidupan berumah tangga.
Kejujuran antara anggota keluarga, terutama suami dan istri, menjadi salah satu kunci sukses terbangunnya kehidupan berumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah.
Lantas bagaimana jadinya jika kejujuran itu ternyata sudah dinodai sejak sebelum pernikahan berlangsung.
Seperti yang dialami oleh Setyo, yang menceritakan kisahnya dan dibagikan ke redaksi situs ceritacurhat dan diterbitkan pada 28 Februari 2016.
Ia merasa telah dibohongi oleh istrinya yang menyembunyikan rahasia besar yang mengguncang jiwanya sampai hingga ia berniat berpisah dari sang istri.
Berikut Kisahnya:
Perkenalkan namaku Setyo, aku bekerja di salah satu instansi pemerintah.
Aku memiliki 4 anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan, yang pertama umur 17 tahun, kedua 11 tahun, ketiga 10 tahun, dan keempat baru 3 tahun.
Pernikahanku sudah berjalan 18 tahun.
Baru-baru ini aku mengalami stres berat karena mengetahui rahasia yang sudah disimpan lama oleh istriku.
Waktu itu istriku mengatakan sejujur-jujurnya bahwa dia pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya sebanyak 3 kali.
Waktu itu dia masih duduk di kelas 3 SLTP dan pacarnya kelas 3 SLTA.
Entah apa alasan dia menceritakannya.
Apakah dia ingin menguji cintaku? Tapi yang pasti hatiku rasanya remuk mendengar kujujuran istriku itu.
Aku sama tidak mengira ternyata orang yang aku cintai dan aku sayangi tega berbuat begitu padaku.
Mengapa tidak dari dulu dia jujur kepadaku? Mengapa harus menunggu 18 tahun?
Waktu kutanya kenapa dia dulu mau melakukan itu dengan pacarnya.
Seharusnya dia tahu hukum Agama kalau hubungan seperti itu berdosa dan hukuman dari Tuhan sangat besar.
Aku tidak habis pikir, apalagi saat itu istriku bersekolah di Madrasah.
Seharusnya dia lebih tahu tentang norma-norma agama, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.
Dalam hati, aku masih bimbang dan ragu terhadap kejujuran-kejujurannya.
Apalagi aku mengenal bekas pacarnya itu karena masih tetangga dan satu kampung.
Tentu saja aku sering bertemu dengannya.
Rasanya marah bercampur malu jika bertemu muka dengan mantan pacar istriku itu.
Pembaca apa yang harus kuperbuat untuk menindak istri seperti itu?
Aku tahu dia masih memendam rasa dengan mantannya itu karena mereka pernah akrab kembali saat anakku yang keempat belum lahir.
Waktu itu aku mendengar dia memanggil-manggil mantan pacarnya itu dengan sebutan sayang, kangmas.
Kalau perceraian aku masih memikirkan anak-anakku yang masih kecil.
Tapi kalau kutanya, dia selalu mengelak dan selalu menjawab bahwa dia hanya mencintai aku saja.
Tapi itu setelah istriku kena vonis dokter bahwa dia kena penyakit diabet dan ginjal.
Apa ini hukuman dari Allah yang harus aku terima dalam keluargaku untuk menanggung dosa-dosa istriku?
Mohon tanggapan dan masukannya apa yang harus aku lakukan. (***)
Curahan hati Setyo ini pun mendapatkan tanggapan dari netizen, yang rata-rata memberikan masukan ataupun nasehat agar kehidupan rumah tangganya tetap dipertahankan, tapi ada juga yang meminta agar Setyo menceraikan saja istrinya.
Seperti yang diungkapkan oleh Yon, "Menurut saya semua orang mempunyai masa lalu..entah manis atau pahit. Tidak ada yg sempurna. lebih mulia lagi kalo kita bisa menghargai orang yg berani mengakui kesalahan dan melakukan perbaikan."
Begitupun dengan akun bernama Tegar "Menurut saya, apa yg anda alami itu mirip dgn yg saya jalani. Tapi istri saya berterus terang waktu pacaran. Sekarang anak saya udah besar2 dan saya tetap menghargai kejujuran istri saya.
"Setiap orang pasti punya masa lalu yang hitam, ada yg jujur pada pasangan, ada juga yg disimpan sampe mati. Kejujuran emang terkadang bisa membuat bumerang kehidupan, tapi dgn jujur berarti istri anda sudah menghargai suaminya."
"Tetap jaga keutuhan rumah tangga anda, yang penting sekarang istri anda sudah menjadi orang yg mulia di mata Tuhan. Dengan tobat dan berterus terang kepada suaminya."
Akun Bule juga menulis "...mas yg tahu situasi istri sebelum nikah?Tidak perlu dibahas deh,dia mengaku krn cintanya pada suami,dia punya beban mental yg ingin dia lepaskan pada suaminya.Itu saja."
"Pertanyaannya:selama menjalani pernikahan apakah ada pembuktian sbg istri yg selingkuh? Jika tdk ada,sesungguhnya ia istri yg baik,tanya saja baik2,apakah setelah menikah pernah selingkuh seperti pengakuan perbuatan 18 tahun lalu?"
"Semoga saja tidak,dan semoga juga bukan karena harus menunggu 18 tahun lagi utk pengakuan selingkuh berikutnya. Suami lebih tahu tentunya perjalanan bersama sbg suami istri selama ini."
"Apa yg sdh lewat sbg aibnya harusnya sdh ditutupi oleh Allah,mengapa dia buka lagi yg membuat Allah murka?Ini jika muslim tentunya,"
"Tobatlah,mohon maaflah pada Allah yg sdh menutupi aibnya selama ini.,"
"Tidak ada alasan bagi suami memasalahkan pengakuannya yang berlanjut ricuh atau pisah ranjang bahkan bercerai,"
Namun ada pula netizen yang berkomentar sebaliknya, dengan memberi masukan agar si suami bersikap tegas dengan menceraikan istrinya.
Seperti yang ditulis Kim "Memang benar itu masa lalu, tp jgn jg kita sebagai laki2 harus tegas. Jgn mao di bohongi. Itu kan udah jelas, si istri mengakui nya,"
"Sekarang kalo saya ada di pihak anda, saya akan ceraikan dia. Dengan anak saya ambil semua, biarlah saya hidup tanpa istri yg penuh dgn kebohongan,"
"Tinggal mengurus anak saja. Ceraikan dia, jgn ragu. Itu blm tentu dgn yg lain2 nya,"
"Bs jd dia sbnarnya telah menghianati saat sudah menikah pun dia lakukan, tp hanya yg saat belum menikah yg dia sampai kan. Satu kalimat buat istri anda. "CERAI KAN"
Akun Pram R mengatakan "Betul, suami itu nanggung dosa istri dan anak†pernikahan kok dikasih aib.. Ceraikan saja,"
Sementara John Smith bersikap netral dengan berpendapat; "Kesalahan istri adalah membuka aib perzinaannya pra nikah kepada suami, yang hanya akan membuat hati suami terluka dan sakit,"
"Padahal shrsnya disimpan rapat2 sampai mati… seperti apa yang pernah diperintahkan Khalifah Umar bin Khattab kepada seorang gadis pezina yang sudah taubat dan akan menikah,"
"Sudah terlanjur tahu, hak cerai di tangan anda pak sebagai laki-laki, mau cerai silakan, mau lanjut ya monggo. Saran saya, usahakan jangan pernah istri sampai melihat/bertemu lagi pasangan zinanya tersebut,"
"Terserah anda apakah bagaimana caranya mungkin pindah rumah dll. Kalau cuma anda yang bertemu dengan dia tidak apa-apa asal anda bisa menahan emosi,"
"Asal yang penting istri anda tidak boleh bertemu lagi dengan/melihat dia. Naaah, jika usaha anda menjauhkan istri dan mantan ini, misalnya ditentang sang istri, maka sekali lagi, hak cerai di tangan anda. Jadilah laki-laki!"
"Oh iya satu lagi, pak, kepalang sudah runyam, sebaiknya anda pastikan selama pernikahan istri anda tidak pernah melakukan zina,"
"Karena toh istri anda sudah ngaku sendiri dia zina pranikah, tanya saja apakah pernah selingkuh setelah menikah? Baik dengan si mantan maupun dengan lelaki lain?"
"Jika jawabannya adalah ya, dan selingkuh di sini maksudnya adalah zina kelamin/sexual intercouse, maka 2 pilihan pak: 1. Ceraikan 2. Ente jadi suami dayus (seseorang yang tidak ada perasaan cemburu (karena iman) terhadap ahlinya (isteri dan anak-anaknya). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pasangan-suami-istri-pemilik-sabu-h-dawang-dan-hj-munah_20150521_161535.jpg)