Jelang Lebarang, Dinkes Indralaya Temukan Mie Basah dan Tahu Berformalin, Awas!

Dalam sidak yang setiap tahun digelar ini, lagi-lagi ditemukan mie kuning basah dan tahu berformalin dan satu lagi Cincau, serta cendil, cendol yang m

Jelang Lebarang, Dinkes Indralaya Temukan Mie Basah dan Tahu Berformalin, Awas!
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Petugas Dinkes OI melakukan pengecekkan makanan seperti tahu, dan mie basah. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA--Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) membuktikan janjinya, untuk melakukan inpeksi mendadak (sidak) di pasar Inpres Inderalaya Kabupaten OI.

Sidak yang dilakukan Disperindag dipimpin oleh Sekda OI, H Herman, Asisten II Faisal, Asisten III Sriyono, Kepala Dinas Kesehatan, Hj Siska Susanti, Pol-PP, beserta pihak Koramil.

Dalam sidak yang setiap tahun digelar ini, lagi-lagi ditemukan mie kuning basah dan tahu berformalin dan satu lagi Cincau, serta cendil, cendol yang mengandung zat pewarna.

Sekda Ogan Ilir, H Herman mengatakan, dari hasil test terbukti terdapat kandungan formalin pada mie kuning basah dan tahu putih.

"Kedua jenis makanan tersebut positif berformalin, ada lagi cincau yang item-item itu yang sering dicampur kolak," tuturnya.

Selanjutnya, dia mengatakan, telah memberikan pembinaan kepada pedagang agar tidak menjual bahan makanan yang berformalin.

"Pada sidak ini juga kita lakukan pemantauan harga barang, hasilnya masih relatif normal, ada yang naik ada yang turun seperti bawang dan cabai," paparnya.

Sementara itu, Kepala Disperindakop, Ir Tapip mengatakan, tujuan sidak selain mengecek keberadaan makanan yang mengandung formalin dan zat berbahaya lainnya, juga untuk memantau kenaikan harga barang.

"Dari hasil sidak, harga relatif stabil, kalau ada kenaikan juga tidak lebih dari 20 persen," ujarnya seraya mengaku untuk stok barang tetap terjamin pasokannya.

Menananggapi adanya makanan yang mengandung bahan berformalin, dia mengaku tidak punya wewenang untuk memberikan sanksi seperti penyitaan dan penangkapan kepada penjualnya.

Namun, dia menghimbau agar pedagang tidak menjual bahan makanan berformalin dan
masyarakat tidak mengkonsumsi makanan tersebut.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved