Penggunaan Bahasa pada Tayangan Si Bolang dari OKU Selatan Disesalkan Warga Perantau
Warga merasa kecewa dengan dialog bahasa yang digunakan penayangan Si Bolang, yang tayang pukul 13.00 Rabu lalu.
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARADUA-- Warga merasa kecewa dengan dialog bahasa yang digunakan penayangan Si Bolang, yang tayang pukul 13.00 Rabu lalu.
Video si bolang yang memperkenalkan pariwisata, budaya dan adat istiadat suatu daerah hingga dikenal dunia masyarakat luas bahkan internasional.
Bolang yang diperankan anak-anak masih Sekolah Dasar (SD), Abim (sibungsu), Deden (si pelawak), Robi (sang pemimpin), Reza (si pendiam dan murah senyum).yang diambil dari warga Tanjung Agung Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.
Padahal penayangan si bolang yang sudah diumumkan lewat media sosial hari Rabu 31 Mei, pukul 13.00, lalu telah ditunggu masyarakat OKU Selatan, namun berakhir dengan kekecewaan, lantaran bahasa yang digunakan tidak menggunakan bahasa daerah setempat (Ranau), akan tetapi diduga menggunakan bahasa Ogan dari kabupaten OKU.
Bahkan kekecewaan tersebut diungkapkan oleh warga Ranau yang berada di tanah Rantau lewat kicauan sosmed.
"Kalau mau gitu (syutingnya jangan di Ranau) dan jangan bawa Danau Ranau, kalo begini orang yang merantau jadinya kecewa" ujar Yurike, warga yang ditanah rantau.
Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Decky Warman, mengatakan bahwa pihaknya hanya mengikuti prosedur yang telah ada.
"Kita hanya bisa mengikuti prosedur yang telah ditentukan, karena lokasi syuting maupun bahasa sudah ditentukan",ucapnya ketika di konfirmasi sripo.
Decky juga menambahkan, "Seharusnya kita bersyukur karena wisata Danau Ranau sudah di promosikan lewat televisi nasional," Pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bolang-dari-ranau_20170601_202150.jpg)