Bupati Muaraenim: Coba Resapi Satu Per Satu Sila di Pancasila. Anda akan Menangis

Lahirnya Pancasila bukan asal-asalan dan mudah namun melalui pemikiran yang lama dan mendalam oleh para pendiri negara ini, terbukti sampai saat

SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Bupati Muaraenim, Muzakir 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Jika seluruh warga Indonesia benar-benar memahami, meresapi dan mengamalkan isi Pancasila, maka tidak akan ada kerusuhan dan keresahan, namun sebaliknya akan mendatangkan ketentraman dan kesejahteraan.

"Coba resapi satu per satu sila di Pancasila. Anda akan menangis betapa mendalamnya arti yang diberikan oleh pendiri Indonesia dahulu," ujar Bupati Muaraenim Muzakir, usai memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6/2017).

Menurut Muzakir, lahirnya Pancasila bukan asal-asalan dan mudah namun melalui pemikiran yang lama dan mendalam oleh para pendiri negara ini, terbukti hingga sampai saat ini, masih relevan menjadi pemersatu NKRI.

Meski hanya dengan lima sila, namun sudah mencakup seluruh sendi-sendi kehidupan manusia bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Namun sayangnya, saat ini, sebagian masyarakat yang tidak paham dan mengerti dengan Pancasila sehingga terkesan seperti seremonial saja.

Sebagai contoh, lanjut Muzakir, untuk sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, itu menandakan bahwa dari dulu memang Indonesia sudah mempunyai keragaman agama dan dituntut untuk saling hormat-menghormati supaya tidak menimbulkan SARA.

Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dimana semua warga negara itu mempunyai hak yang sama, jadi jika ada begal dan lain-lain berarti mereka tidak beradab.

Sila ketiga Persatuan Indonesia, itu adalah pemersatu dan jangan ada friksi yang bisa memecah belah bangsa.

Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, ini menunjukkan jika ada permasalahan kita bisa bermusyawarah bukan dengan pertumpahan darah.

Dan sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang tercantum juga paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Ini menunjukkan bahwa pada akhirnya adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar mendalami dan memahami makna arti Pancasila. Beda-beda keyakinan, partai, pendapat silahkan, namun dihati tetap merah putih dan NKRI harga mati. Jadikan perbedaan sebagai warna untuk memperkaya dan memperkuat persatuan dan kesatuan," tegas Muzakir.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved