Bela Adik Pasal Petasan, Andrian Tewas Bersimbah Darah Ditusuk Tetangga
Saat sedang berkelahi kemudian Andre menusuk kakak saya hingga bersimbah darah. Melihat kakak saya terkapar mereka berdua langsung kabur
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hanya karena masalah sepele yakni lempar petasan membuat Andrian (27) harus meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri Andre Agasi (17) dan Renaldi (23).
Peristiwa itu terjadi di Jalan SH Wardoyo Lr Kencana Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Rabu (31/5/2017) malam.
Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, kejadian nahas itu bermula ketika Ari, adik korban, tengah duduk santai di depan lorong.
Tanpa alasan yang jelas Andre Agasi kemudian melemparkan petasan mengarah kepada Ari.
Ari yang terkena lemparan petasan bertanya kepada pelaku perihal alasannya melemparkan benda tersebut.
Namun ketika ditanya bukannya jawaban didapat, Andre Agasi justru mengajaknya untuk berkelahi.
Ari mengatakan, karena merasa takut dengan pelaku, kemudian Ari pulang ke rumah dan memberi tahu kepada kakaknya Andrian.
Kemudian Andre juga pulang ke rumah dengan memanggil kakaknya Renaldi di Lorong Gading 7 Ulu berbekal sebilah senjata tajam jenis garpu.
"Saya itu sedang duduk-duduk. Kemudian tanpa alasan jelas dia melempar petasan. Lalu dia langsung mengajak saya berkelahi," ujarnya.
Kemudian, melihat antara Andrian dan Renaldi berkelahi, lalu Andre Agasi yang telah mempersiapkan senjata tajam langsung menusuk korban Andrian sebanyak dua kali di bagian ketiak sebelah kiri dan lengan sebelah kanan.
"Saat sedang berkelahi kemudian Andre menusuk kakak saya hingga bersimbah darah. Melihat kakak saya terkapar mereka berdua langsung kabur," jelasnya.
Warga yang melihat korban bersimbah darah kemudian mencoba menolong Andrian dengan membawanya ke Rumah Sakit BARI Palembang.
Namun karena sudah banyak mengeluarkan darah nyawa Andrian tak bisa terselamatkan. Korban tewas dalam perjalanan.
Aparat polisi dari Polsek Seberang Ulu I yang mengetahui kejadian langsung itu langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.
Tak sampai satu jam kabur, polisi berhasil mencokok kedua pelaku yang bersembunyi di sebuah rumah kosong.
Kapolsekta SU 1, Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskim, Iptu Azwan menerangkan belum diketahui motif pembunuhan yang dilakukan pelaku.
Namun untuk sementara diketahui kejadian tersebut karena masalah sepele melempar petasan.
"Menurut informasi, kejadian itu dipicu lantaran korban tidak senang adiknya dilempar petasan oleh salah satu tersangka," kata Azwan.
Dia menegaskan, saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif pihaknya.
Untuk barang bukti, polisi mengamankan sebilah senjata tajam jenis pisau cap garpu.
"Barang bukti juga kita amankan. Keduanya sementara ini akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan," ujarnya.
Tak Sengaja Melempar
Tersangka Andre saat diamankan mengaku kejadian nahas itu bermula ketika ia secara tak sengaja melemparkan petasan ke arah Ari adik korban saat sedang duduk di depan Lorong Kencana.
"Saya itu tidak sengaja pak melempar petasan dan juga telah minta maaf kepada Ari," ujarnya.
Namun kendati telah meminta maaf, Ari justru memukulinya.
Lalu secara tiba-tiba, datang tersangka korban Andrian yang ikut membantu perkelahian tersebut.
"Ari ini manggil kakaknya juga. Saya pulang dan mengambil pisau. Saat itu saya langsung tusukkan pisau itu ke Andrian," terang dia.
Sementara tersangka Renaldi menerangkan tak mengetahui persis penyebab kejadian itu.
Melihat adiknya terlibat perkelahian bersama Ari dan korban Andrian kemudian dia datang ikut membantu adiknya Andre Agasi.
Saya juga tidak tahu kalau adik saya mengambil pisau di rumah. Yang jelas saat saya sedang berkelahi, adik saya langsung menusuk korban," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jenazah-andrian-di-kamar-mayat-rs-bari-palembang_20170601_131149.jpg)