Ternyata Ini Penyebab Meroketnya Harga Bawang Putih

KPPU menaikkan dugaan kartel bawang putih ke tahap penyelidikan dengan fokus beberapa pemain besar yang mengendalikan importasi bawang putih ke Indone

Ternyata Ini Penyebab Meroketnya Harga Bawang Putih
http://3.bp.blogspot.com
Ilustrasi.

Terutama selama bulan Ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri.

KPPU bertugas mengawasi pelaku usaha yang dominan di setiap komoditas pangan strategis, salah satunya bawang putih.

"Komitmen kami dengan distributor adalah harga bawang putih sejak pertengahan Mei, tidak boleh lebih dari Rp 38.000 dan memasuki bulan Ramadhan, harga bawang putih tidak boleh lebih mahal dari Rp 25.000 per kilogram," kata Syarkawi.

Faktanya di beberapa daerah, lanjut dia, masih banyak ditemukan bawang putih yang dijual dengan harga di atas Rp 38.000 per kilogram, bahkan Rp 50.000 per kilogram.

Makanya, KPPU melakukan penelitian terhadap pelaku usaha yang diduga sengaja menahan pasokan bawang putih ke pasar dan menyebabkan bawang putih langka, serta harganya tinggi.

Adapun salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengawasi dominasi pelaku usaha adalah dengan menetapkan harga eceran tertinggi untuk empat komoditas pangan.

Selain bawang putih, ada daging sapi beku yang tidak boleh dijual lebih dari Rp 80.000 per kilogram.

Kemudian minyak goreng kemasan sederhana yang tidak boleh dijual lebih dari Rp 10.500 perliter serta semua merek gula pasir juga tidak boleh dijual lebih dari Rp 12.500.

Berita ini telah dipublikasikan kompas.com dengan judul Enam Importir Diduga Sebabkan Kelangkaan Bawang Putih

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved