"Awak Kecik Nak Nodong Pulo. Kau Tahu Dak dengan Aku. Cari yang Lain Bae"

Tak terima dengan perkataan korban, saat itu terdakwa Fatur Akbar mengambil tali tasnya dan langsung melilitkan ke leher korban

Editor: Sudarwan
ISTIMEWA
Ilustrasi

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah beberapa kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1, Palembang, terdakwa Fatur Akbar (25), warga Jalan DI Panjaitan Lorong Kramat RT 23/09 No 71 Kelurahan Tangga Takat Kecamatan SU II, Palembang, akhirnya dituntut Majelis Hakim yang diketuai Sunggul, 20 tahun penjara, Rabu (31/5/2017).

"Terdakwa dituntut 20 tahun penjara karena telah terbukti melanggar pasal 365 ayat 4 KHUP. Diketahui karena terdakwa telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban (Sri Ekawati-red), meninggal dunia," ungkap Ketua Majelis Hakim, Sunggul, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang.

Mendengar tuntutan majelis hakim, Fatur Akbar, hanya diam.

Dengan wajah tertunduk, terdakwa Fatur pun mengakui perbuatannya dan mengaku bersalah.

"Saya mengaku salah pak. Saat itu saya khilaf," katanya.

Fatur Akbar (25), terdakwa kasus pembunuhan dengan korban Sri Ekawati menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang, Rabu (31/5/2017). Fatur dituntut 20 tahun penjara.
Fatur Akbar (25), terdakwa kasus pembunuhan dengan korban Sri Ekawati menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang, Rabu (31/5/2017). Fatur dituntut 20 tahun penjara. (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA)

Diketahui, kejadian itu berawal ketika terdakwa Fatur Akbar bersama dengan Abdul Karim (DPO) pada Minggu, (16/10/2016) silam, sekira pukul 22.00, bertempat di Depan Hotel Maqdis di Jalan A Yani Kelurahan Silaberanti Kecamatan SU I, Palembang, sedang membawa mobil angkot jurusan Plaju.

Saat mobil yang dikendarai terdakwa dan Abdul Karim melintas di depan JM Plaju, mereka melihat korban Sri Ekawati.

Lalu korban menyetopi laju angkot yang dikendarai terdakwa dan angkot pun berhenti.

Korban lalu naik angkot dan duduk di depan di sebelah kiri.

Saat mobil menuju Hotel Maqdis, Abdul Karim mulai berkode dengan terdakwa Fatur dan berkata
kepadanya "lanjakelah".

Fatur langsung mengambil pisau di tasnya dan menodongkan ke leher korban.

Namun korban sempat melawan berkata; "Awak kecik nak nodong pulo. Kau tahu dak dengan aku, cari yang lain bae".

Namun saat itu terdakwa tidak menghiraukan perkataan korban.

Tak terima dengan perkataan korban, saat itu terdakwa Fatur Akbar mengambil tali tasnya dan langsung melilitkan ke leher korban, tetapi korban tetap melawan, hingga akhirnya terdakwa menusuk korban
beberapa kali dan korban meninggal dunia dan dibuang di TKP (tempat kejadian perkara) di Jakabaring.

Kejadian ini terungkap setelah Polresta Palembang dari unit Pidana Umum (Pidum) melakukan penyelidikan dan menangkap terdakwa Fatur Akbar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved