Beda Nama Satu Karakter, Rano Karno-Si Doel yang Sepaket

Rano Karno adalah Doel, dan Doel juga adalah Rano Karno. Kesimpulan ini diajukan oleh buku "Rano Karno: Si Doel" karangan Rano Karno. Ya, dari judul

Editor: Bedjo
Detak.Co
Rano Karno. 

SRIPOKU.COM - Rano Karno adalah Doel, dan Doel juga adalah Rano Karno. Kesimpulan ini diajukan oleh buku "Rano Karno: Si Doel" karangan Rano Karno.

Berita Lainnya:
Masih Ingat Sinetron Si Doel? Nah, Begini Penampilan Pemainnya Sekarang

Ya, dari judul autobiografi ini saja sudah menegaskan kesimpulan itu. Tak berlebihan memang. Sebab, popularitas Rano Karno yang dua tahun belakangan menjadi Gubernur Banten ini sejatinya mulai mencuat ketika memerankan tokoh Doel dalam film Si Doel Anak Betawi karya Sjuman Djaya pada 1973.

Sebagai salah satu karakter fiktif dari ranah budaya populer lokal, napas Doel memang tak lekang oleh waktu dan melintasi hidup beberapa generasi.

Soalnya, kisah Doel, yang muncul perdana dalam novel "Si Doel Anak Betawi" karya Aman Datuk Madjoindo terbitan Balai Pustaka pada 1932, sudah berulang kali diadaptasi oleh medium audio visual, mulai dari film "Si Doel Anak Betawi" hingga rentetan sinetronnya yang setia tayang di televisi sejak tahun 1993 hingga 2006. Dan Rano Karno selalu menjadi Doel.

Buku "Rano Karno: Si Doel" berusaha meramu karakter nyata dan fiktif ini guna menekankan perihal kemiripan mereka.

"Kadang kita yang kaya atau yang berkuasa sering semena-mena terhadap yang lemah. Saya mengalami itu dalam kehidupan sehari-hari. Setiap Minggu, saya bersama Tino dan teman-teman lain keliling kampung jualan es lilin dan ager-ager. Di film 'Si Doel Anak Betawi', ada juga adegan Si Doel jualan es lilin." (halaman 109).

Kalimat-kalimat itu bukan saja memperlihatkan proses identifikasi, tetapi juga membuka tabir kehidupan Rano dan keluarganya yang ternyata jauh dari arti kata makmur, meskipun ayah Rano, Soekarno M Noor, adalah aktor terkenal.

Perlu diketahui, sebelum muncul Si Doel Anak Betawi, Soekarno yang juga berakting dalam film tersebut adalah peraih penghargaan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 1960 sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film Anakku Sajang dan Pemeran Utama Pria Terbaik pada Pekan Apresiasi Film Nasional 1967 dalam film Di Balik Tjahaja Gemerlapan.

Sumber: Ruang Gramedia,

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://entertainment.kompas.com/ dengan Judul:
Rano Karno dan Si Doel yang Sepaket

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved