Jalani Masa Tua Bersama 24 Jenis Ikan Koi, Pria Ini Habiskan Ratusan Juta Rupiah

Biasanya habis sepulang kerja pukul 16.00 saya sempatkan waktu menikmati keelokan ikan Koi ini

Jalani Masa Tua Bersama 24 Jenis Ikan Koi, Pria Ini Habiskan Ratusan Juta Rupiah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Komunitas Crystal Koi Farm, Alex Wijaya Bangun menikmati pemandangan kelincahan ikan Koi kesayangannya. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Kehadiran ikan Koi di kolam rumah tentu akan mempercantik pemandangan. Namun tidak jarang bagi pehobi pemula bakal sering mengalami kegagalan lantaran tidak mengutamakan kualitas air.

"Air ini paling utama dan pertama. Patokannya piara air. Kalau piara ikan tapi tidak pikirkan air itu yang sering gagal memelihara ikan. Air harus benar-benar treatment. Dicek amoniak. Harus tahu kualitas air. Media utamanya air. Tempat hidupnya harus bagus. Kita sama dengan memelihara air. Kalau air bagus, ikannya pun bagus. Harus ditreatment. Harus bagus sesuai antara dimensi kolam dan filter imbang agar kualitas air menjamin untuk ikan. Itu yang pertama," ungkap pehobi ikan Koi, Alex Wijaya Bangun yang disambangi Sriwijaya Post sedang kumpul bareng Komunitas Crystal Koi Farm di Komplek Pertambangan, Taman Kenten Palembang.

Ketua Komunitas Crystal Koi Farm, Alex Wijaya Bangun
Ketua Komunitas Crystal Koi Farm, Alex Wijaya Bangun (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Secara berkala pembudidaya ikan Koi harus rajin mengecek kadar air.

Mengecek nitrit yang merupakan akibat permentasi harus di angka nol. Amoniak lantaran proses pembusukan. Permentasi kotoran.

Atau permentasi pakan yang tidak dimakan oleh ikan jadi pembusukan.

Pasalnya kapasitan ilter bisa jadi tidak mampu menyerap pembusukan yang banyak amoniak. Sebatas kemampuan filter dari amoniak jadi nitrit. PH nya bagus.

Menurut Alex ada tiga jenis filter yang digunakan. Yakni filter mekanik, biologis, kimia.

Untuk di kolamnya menggunakan filter biologis yang alami.

Anggota Komunitas Crystal Koi Farm menggunakan waring untuk memilah kotoran di kolam, dan memindahkan ikan untuk dilakukan kontrol.
Anggota Komunitas Crystal Koi Farm menggunakan waring untuk memilah kotoran di kolam, dan memindahkan ikan untuk dilakukan kontrol. (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Sistem bakteri timbulnya membusuk pakan ikan tadi itu menetralisir.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved