Breaking News:

Ini Permintaan Alex Noerdin kepada Dodi Reza, Bupati Muba yang Baru Dilantik

Dahulu Kabupaten Muba menjadi kabupaten terbelakang, setelah saat saya menjabat sebagai bupati dalam tiga tahun semua permasalahan itu dituntaskan

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin ketika menuju DPRD Muba, Rabu (24/5/2017). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta kepada Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex yang baru dilantik agar Muba seperti zamannya.

Hal tersebut disampaikan Alex Noerdin, ketika serah terima jabatan Bupati Muba dan Rapat Paripurna Istimewa, di Gedung DPRD Kabupaten Muba, Rabu (24/5/2017).

Dalam kata sambutannya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, meminta kepada Dodi agar memerintah dengan hati, sering-seringlah turun kelapangan dan serap aspirasi dan keluhanan masyarakat Muba.

"Dahulu Kabupaten Muba menjadi kabupaten terbelakang, setelah saat saya menjabat sebagai bupati dalam tiga tahun semua permasalahan itu dituntaskan sehingga menjadi kabupaten termaju di Indonesia," kata Alex Noerdin, Rabu (24/5/2017).

"Saya berharap Muba kembali pada situasi seperti tahun 2008, dimana semua fasilitas umum dan jalan bagus. Jangan merasa ini sebatas kabupaten biasa, karena potensi yang ada di Muba sangat luar biasa hal itu harus ditingkatkan dan semuanya harus maju dan tidak boleh terlena," katanya.

"Dahulu kami mempunyai moto, kami tinggal di desa tapi kami tidak kampungan. Selain itu masalah keamanan juga harus diutamakan, Kapolres, Dandim dan bupati harus dapat berkoordinasi untuk menjaga keamanan," harapnya.

Sementara, Bupati Muba H Dodi Reza Alex, mengucapkan terima kasih kepada segenap penyelenggara Pilkada dalam mensukseskan Pilkada Muba.

Ini saatnya kita untuk melangkah bersama untuk membangun Muba, masa-masa bersaing sudah kita lewati.

Saat ini merupakan masa untuk membuat Kabupaten Muba untuk maju melangkah ke depannya.

"Pengentasan kemiskinan, pemerataan infrastruktur dan lainnya merupakan tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Tentunya dalam mewujudkan itu semua sudah terangkum dalam visi dan misi kita," ungkapnya.

Selain itu kita sudah melakukan kerja sama dengan Sampoerna pada pembinaan di 4 sekolah sebagai pilot project.

"Hal ini juga menjajaki kemungkinan penerapan kurikulum Cambridge yang telah mendapatkan pengakuan internasional di 160 negara," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved