Calon Jemaah Haji di Lahat Diimbau tak Gunakan Multi Level Marketing (MLM)

"Karena perizinannya tidak jelas, potensi pelanggarannya sangat sangat besar. Khawatirnya, para Calon Jemaah Haji terlantar di Tanah Suci," tegas Ketu

Calon Jemaah Haji di Lahat Diimbau tak Gunakan Multi Level Marketing (MLM)
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ketua YLKI Lahat, Sanderson Syafe'i

Laporan Wartawan Sriwjiaya Post, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau agar para Calon Jemaah Haji (CJH), khususnya di Kabupaten Lahat, untuk tidak menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM) dalam pemberangkatan mereka ke Tanah Suci.

Pasalnya, sistem ini tidak memiliki perizinan yang jelas.

"Karena perizinannya tidak jelas, potensi pelanggarannya sangat sangat besar. Khawatirnya, para Calon Jemaah Haji terlantar di Tanah Suci," tegas Ketua YLKI Lahat, Sanderson Syafe'i, Senin (22/5/2017).

Dijelaskan lebih lanjut, pendirian usaha agent travel pemberangkatan Calon Jemaah Haji atau Umrah harusnya mengantongi izin.

Selain itu, juga harus melakukan deposit ke Kementerian Agama RI.

Dan ini justru tidak dilakukan oleh MLM.

"Jangan mudah tergiur dengan iming-iming untung besar dan kemudahan pemberangkatan bagi pengguna sistem ini. Sebab, sistem MLM ini ilegal," kata Sanderson mengingatkan.

Kementerian Agama RI sendiri, sambungnya, sudah menerbitkan larangan mengenai praktik MLM penyelenggaran Haji dan Umrah, yang tertuang dalam Surat Nomor DJ.VII/HJ.09/10839/2012 tertanggal 26 Desember 2012.

"Terkait hal ini, Kemenag menggandeng dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengusut aktivitas Haji Khusus dan Umroh dengan sistem MLM. Dimana, hingga tahun 2014 saja, teridentifikasi 262 penawaran investasi sistem MLm, yang terindikasi bermasalah," imbuhnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved