Santri Setrika Juniornya, Pimpinan Pesantren Bilang Begini
Namun saat ditanya apakah sudah dilakukan upaya damai antar-santri tersebut di internal pesantren, Zainal tidak menjawab lagi.
SRIPOKU.COM - Pimpinan Dayah Modern Arun, Lhokseumawe, Zainal Yakub, mengakui adanya peristiwa kekerasan yang dilakukan santri DR dan dua rekannya, IR dan SK, terhadap tiga santri yang lebih muda.
“Memang ada kejadian sesama santri. Menurut santri yang melakukan itu, setrika yang ditempelkan ke tangan korban itu tidak panas,” kata Zainal lewat layanan WhatsApp, Minggu (21/5/2017).
Namun saat ditanya apakah sudah dilakukan upaya damai antar-santri tersebut di internal pesantren, Zainal tidak menjawab lagi.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe, AKP Yasir, menyebutkan pihaknya sedang menyelidiki kasus itu.
“Dihimpun dulu keterangan saksi-saksi, masih penyelidikan,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, DR melaporkan seniornya ke Polres Lhokseumawe 19 Mei 2017. Dia mengaku disetrika oleh seniornya dan ditendang pada bagian dada.
Pemukulan juga dialami oleh dua temannya. Para senior melakukan kekerasan kepada santri yang lebih muda dengan alasan mereka melanggar aturan setelah keluar kompleks tanpa izin.
Berita ini telah dipublikasikan di situs Serambi Indonesia dengan judul:
Santri Lhokseumawe Diduga Setrika Juniornya, Pimpinan Pesantren Sebut Setrikanya Tak Panas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/seterika_20170521_211858.jpg)