Putri Sulung Mantan Walikota Lubuklinggau Incar Kursi Walikota di Pilkada 2018.

Saya maju pilkada, yang pertama itu merupakan hak politik saya sebagai warga negara, yaitu memilih dan dipilih," ujar Riezky Aprilia.

Putri Sulung Mantan Walikota Lubuklinggau Incar Kursi Walikota di Pilkada 2018.
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Riezky Aprilia, balon Wako Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Akselerasi suksesi kepemimpinan Kota Lubuklinggau mulai bergerak. Meski pemilihan walikota masih akan berlangsung pada 2018 mendatang, namun kini sudah bermunculan nama-nama yang akan mengikuti pertarungan memerebutkan kursi Walikota Lubuklinggau periode 2018 - 2023. Salah satunya adalah Riezky Aprilia.

Putri sulung mantan Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi ini mengincar posisi Lubuklinggau Satu.

"Insyaallah saya akan maju di Pilkada Kota Lubuklinggau.Sampai saat ini, niat saya untuk posisi satu (walikota-red). Saya maju pilkada, yang pertama itu merupakan hak politik saya sebagai warga negara, yaitu memilih dan dipilih," ujar Riezky Aprilia, saat konperensi pers, Minggu (21/5/2017).

Dikatakan, sampai sejauh ini ia sudah melakukan pendekatan dengan beberapa partai politik (Parpol), sehubungan dengan keinginannya untuk mengikuti pilkada Kota Lubuklingau. Antara lain Golkar, PKS dan Hanura.

Menurutnya, semua parpol akan dijajaki. Termasuk akan melakukan pengambilan formulir ke PDI Perjuangan. "Insyaallah, rencananya Selasa (23/5/2017) saya akan ambil formulir pendaftaran ke PDI Perjuangan, karena baru PDI Perjuangan yang membuka pendaftaran," ujarnya.

Meski anak mantan walikota, namun dirinya mengaku tak ingin membawa-bawa nama bapaknya, terkait dengan keinginannya untuk maju pilkada.

Sebab, ia memiliki pandangan politik dan konsep sendiri, sehingga berani untuk maju. Menurutnya, politik adalah jalan pengabdian.

"Awalnya saya menulis tentang politik disalah satu media cetak lokal, dari situ mulai banyak komentar dan macam-macam penafsiran orang. Dan orang tua saya tidak setuju, lalu saya bilang apa yang salah dengan tulisan saya. Akhirnya kami ngobrol, kesimpulannya politik itu adalah kesempatan dan peluang. Kalau ada kesempatan mengapa tidak, tapi kita tetap realistis, boleh ambisi tapi jangan nafsu," ujarnya.

Disinggung soal siapa pasangan yang akan mendampinginya di pilkada nanti, ia mengaku belum memiliki gambaran.

Sebab, menurutnya, segala sesuatunya masih sangat fleksibel. Demikian pula soal peluang, menurutnya seluruh basis massa akan digarap.

Sebab, Kota Lubuklinggau terdiri dari bermacam suku dan golongan. Sehingga ia tak ingin mengkotak-kotakkan hanya fokus pada segmen tertentu saja.

"Kita berani maju, harus berani menang dan berani kalah. Yah seluruh basis kita garap, saya tak ingin kotak-kotakkan segmen, sebab Lubuklinggau ini bukan satu suku, Lubuklinggau heterogen. Tapi kalau boleh bicara segmented, saya muda dan saya wanita," ujarnya. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved