Sedekah Ruwah Dibarengi dengan Sedekah Lain

Sedekah ruwah boleh dilaksanakan, boleh juga tidak dilaksanakan. Tentu, bagi yang mampu melaksanakannya, tidak ada larangan untuk melakukan itu.

Sedekah Ruwah Dibarengi dengan Sedekah Lain
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Pawai obor yang mengiringi tamu undangan dalam rangkaian Festival Budaya Ruwahan di Kampung Almunawar 13 Ulu Kecamatan SU I Palembang, Jumat (12/5/2017) malam. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Refly Permana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Sebentar lagi kembali dipertemukan dengan bulan ramadhan.

Satu bulan sebelumnya, termasuk di Palembang, ada beberapa tradisi yang dilakukan umat Islam menyambut datangnya bulan puasa. Salah satu yang paling sering dilihat adalah sedekah ruwah.

Kini, di saat puasa sudah tak sampai satu bulan, sedekah ruwah semakin sering kita lihat begitu usai momen shalat Maghrib atau Isya.

Tak hanya mengundang keluarga besar, tuan rumah yang menggelar ruahan juga mengundang tetangga hingga teman terdekat. Tak heran, suasana ramai pastinya terlihat di setiap pelaksanaan sedekah ruwah.

Ruwahan terkadang dilaksanakan bukan sekedar untuk menyambut puasa, tetapi juga terkadang tersirat makna lain. Seperti yang dilakukan Dayat misalnya. Pria yang baru saja pindah rumah ini mengelar syukuran rumah berbarengan dengan pelaksanaan ruwahan.

"Kebetulan baru pindah dan ini ada momen menjelang puasa, jadinya dibarengin aja. Ya tujuan ruwahan untuk mendoakan keluarga yang sudah tiada," kata ayah satu anak ini, Sabtu (20/5/2017).

Dikatakan salah satu pemerhati seni dan budaya di Palembang, Kms Anwar Beck, sedekah ruwah merupakan aktifitas dimana umat Islam membacakan Surat Yasin dan beberapa tahlil.

Tujuanya untuk mendoakan kerabat dan keluarga yang sudah terlebih dahulu dipanggil Sang Pencipta.

"Keluarga yang menggelar sedekah ruwah mendoakan supaya mereka yang sudah dipanggil Sang Pencipta bisa diampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, dan diterima di sisiNya. Selain pembacaan Surat Yasin dan tahlil, akan ada doa di setiap pelaksanaan sedekah ruwah," kata Anwar.

Karena dinamakan tradisi, Anwar mengatakan, sedekah ruwah bukan suatu kewajiban untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Ada yang beranggapan, kalau sudah satu kali menggelar sedekah ruwah maka selanjutnya harus kembali menggelar, Anwar menampiknya.

Sedekah ruwah boleh dilaksanakan, boleh juga tidak dilaksanakan. Tentu, bagi yang mampu melaksanakannya, tidak ada larangan untuk melakukan itu.

Mengapa selalu digelar saat sebelum puasa, Anwa menjelaskan, karena sedekah ruwah hanya ada selama bulan Sya'ban. Sebab itu, bulan Sya'ban sering dikatakan sebagai bulan ruwah karena momen untuk melaksanakan sedekah ruwah.

"Biasanya mengundang kerabat, tetangga, atau keluarga. Diisi dengan santap makan bersama yang disediakan oleh pihak penyelenggara sedekah ruwah," kata Anwar.

Editor: Refly Permana

Penulis: Refli Permana
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved