Air Sungai Surut Sehari, Hewan-hewan Ini Bemunculan
Memang ikan dan udang disini sejak tahun 1970-an sudah ada, namun tidak sebanyak saat air surut seperti ini.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo
SRIPOKU.COM, BANGKA - Beberapa warga yang sudah lama bermukim di kawasan sepanjang aliran Sungai Rangkui Pangkalpinang mengakui biasanya fenomena air surut di aliran sungai ini hanya berlangsung satu hari, Sabtu (20/5/2017) siang.
Hal ini diakui Mang Gani (58) yang merupakan warga asli Jalan Masjid Jamik Pangkalpinang saat melihat ratusan warga turun ke sungai untuk mencari udang satang serta ikan air tawar.
"Memang ikan dan udang disini sejak tahun 1970-an sudah ada, namun tidak sebanyak saat air surut seperti ini," katanya di tepi aliran sungai dekat Pasar Ikan Pangkalpinang.
Dirinya yang telah berjualan makanan lempah kuning di kawasan Jalan Jagal Pangkalpinang sejak 10 tahun terakhir mengatakan, tahun lalu hal serupa juga terjadi di aliran sungai ini.
"Kami menyebutnya udang mabuk, karena memang air surut yang berubah keruh, serta panas terik matahari membuat suhu dalam air berubah," jelasnya.
Ia mengakui kedalam air saat surut hanya sebatas dengkul orang dewasa sehingga membuat warga berbondong-bondong menangguk dan menjala udang sejak semalam.
"Tahun lalu sampai tiga hingga lima Kilogram warga dapat ikan dan udang, sekarang sedikit berkurang kayaknya," tambahnya.
Mang Gani menyebut banyak faktor hingga bisa bermunculan udang satang, ikan nila dan gurami hingga jenis ikan lainnya di aliran Sungai Rangkui ini.
"Kalau waktu kami kecil dulu hanya ikan asli dari sungai contohnya ikan tamban dan lainnya. Kalau munculnya nila atau gurami mungkin ada yang melepas benihnya atau bisa jadi dibagian hulu sungai ada tambak yang banjir lalu jebol sehingga semua ikan keluar dan berkumpul di bagian hilir kawasan Pasar Ikan ini," tuturnya.
Memang diakuinya untuk sehari-hari banyak warga yang memancing di kala air tidak seperti sekarang ini.
"Tetapi dapatnya tidak sebanyak ini, sebentar lagi air laut pasang dan kembali naik air sungai ini," pungkas Mang Gani.
Berbeda lagi dengan rekan seumuran Mang Gani yang menyebut bahwa ini merupakan fenomena siklus 30 tahunan menjelang perayaan Pek Cun Etnis Tionghoa.
"Memang biasanya bulan Mei ini, cuaca panas sangat terik, jadi tidak hanya banjir saja yang 30 tahunan, tetapi air surut juga," katanya tertawa.
Namun informasi yang didapatkan bahwa saat ini bagian pintu air di dekat kawasan Jembatan 12 Pangkalpinang tengah di tutup.
Hal inilah yang juga menyebabkan air surut pada bagian hilir karena kondisi cuaca panas sejak sepekan terakhir.
Berita ini telah dipublikasikan di situs Bangkapos dengan judul:
Fenomena Unik Sungai Rangkui, Air Surut Sehari Udang dan Ikan Bermunculan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sungai-surut_20170520_202000.jpg)