Sebanyak 1.300 Pelaku UMKM di Palembang Terima Bantuan KUR Tanpa Agunan

Sebanyak 1.300 pelaku UMKM bakal menerima bantuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) tanpa agunan.

Sebanyak 1.300 Pelaku UMKM di Palembang Terima Bantuan KUR Tanpa Agunan
SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ
Ketua Badan Pengurus Daerah AKU (Asosiasi Kelompok Usaha) Sumsel, Hj Lury Elza Alex Noerdin bersama Ketua Forum CSR Kessos Sumsel J Riantoni Natakusuma dan Senior Officer BMSE Bank Artha Graha Muhammad Fery pada sosialisasi KUR dan Gerakan Kewirausahaan di Griya Agung, Rabu (17/5/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 1.300 pelaku UMKM bakal menerima bantuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) tanpa agunan.

"Ada 1.300 pelaku UMKM yang sudah terdaftar di kita yang akan diberikan bantuan KUR. Alokasi dana kurang lebih Rp 125 milyar dari Artha Graha sini dulu dari Palembang," kata Ketua Badan Pengurus Daerah AKU (Asosiasi Kelompok Usaha) Sumsel, Hj Lury Elza Alex Noerdin pada sosialisasi KUR dan Gerakan Kewirausahaan di Griya Agung, Rabu (17/5/2017).

Menurut Lury yang juga Duta Anti Narkoba Sumsel, pemberian bantuan secara simbolis KUR dari Bank Artha Graha untuk pelaku-pelaku UMKM dari kalangan mikro nantinya yang merupakan sinerjitas antara Forum CSR Kessos Sumsel, BPD AKU Mandiri, Hipmi, Kadin, Apsindo.

"Dan beberapa organisasi lainnya yang kebetulan semuanya itu adalah saya salah satu pucuk pimpinan organisasi tersebut. Bantuan ini terutama untuk usaha kecil dulu yang sudah jelas bentukannya apa, produksinya apa. Nanti Insya Allah dari usaha kecil mikro, menengah. Sampai situ dulu," kata putri bungsu Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH.

Untuk sasaran menurutnya sudah pasti usaha dari Palembang. Makanya itulah gunanya anggota-anggota yang ada di Hipmi, Kadin.

"Kita data, kita teliti. Terutama kita berdayakan itu dari Sumsel, Palembang. Masih akan ada sosialisasi kegiatan ini kedepannya, karena dirinya tidak mungkin sendiri saja. Kami bergandeng dengan banyak organisasi intuisi yang memang sasaran kami adalah pelaku-pelaku usaha kecil yang ada di Palembang. Terutama untuk di kalangan wanita misalnya. Kebetulan memang potensi untuk enterpreneur wanita luar biasa di Indonesia terdapat 51 juta menurut data di Kementerian UMKM," bebernya.

Sementara Ketua Forum CSR Kessos Sumsel J Riantoni Natakusuma mengatakan, ini salah satu bentuk pemberdayaan dari Tim kita dan Artha Graha untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di UMKM khususnya mikro.

"Apakah itu dari kredit yang keliling, apakah dari tengkulak, dll. Tujuannya adalah salah satu itu. Meningkatkan pendapatan dari usaha tersebut," kata Riantoni.

Senior Officer BMSE Bank Artha Graha Muhammad Fery mengatakan secara sistem akan tetap sesuai dengan aturan Permenko untuk KUR.

"Nah kita mempunyai proses sistem kita terlaksa ekonomi mikro ini berjalan minimal 6 bulan. Jadi ada surat keterangan usaha. Terus kita menggandeng bapak angkat atau berafiliasi untuk menjamin dan menjalankan pengelolaan KUR dari pemerintah ini. Dan khususnya Bank Artha Graha yang akan modalnya. Kemudian Bapak angkatnya di daerah lokal," pungkasnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved