Kenali Tiga Karakter Orang Yang Kecanduan Belanja Online

meningkatnya penggunaan jejaring sosial, diikuti dengan banyaknya pengguna smartphone, menjadi salah satu tolak ukur akan meningkatnya pertumbuhan onl

Kenali Tiga Karakter Orang Yang Kecanduan Belanja Online
https://www.facebook.com
Peluang pertumbuhan pasar belanja online masih sangat besar seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. 

 SRIPOKU.COM - Saat ini, mal tak lagi berdasar jarak jauh dekatnya atau terletak di tengah kota, tapi kini ada di dalam genggaman kita. Semua barang yang dipajang di mal bisa kita beli cukup dengan sentah sentuh lewat smartphone.

Menurut Anggun Meylani Pohan, M. Psi., Psikolog., Senior Consultant dan Founder PT. Multi Human Cendekiawan, fenomena meningkatnya penggunaan jejaring sosial, diikuti dengan banyaknya pengguna smartphone, menjadi salah satu tolak ukur akan meningkatnya pertumbuhan online shop.

Banyak kemudahan serta keuntungan yang diperoleh dengan bertransaksi melalui online shop.

“Penjual dan pembeli tidak perlu merasa direpotkan untuk pergi ke toko. Serta melalui online shopping sepertinya cukup tahu apa yang menjadi pangsa pasar terutama bagi kalangan muda dan produktif,” paparnya.

Tak heran, jika kemudian perilaku konsumtif terhadap belanja online tersebut setiap tahun mengalami peningkatan yang sangat cepat. Ironisnya, kebiasaan belanja jika berlebihan mampu menyebabkan adanya gangguan dan patologis.

Ada beberapa nama yang seringkali digunakan bagi orang-orang kecanduan belanja, yaitu: pathological buying, compulsive buying, buying addiction, dan oniomania.

Sebuah penelitian dalam jurnal PLOS ONE meneliti antara belanja online dan kecanduan.

Para ilmuwan masih mencoba untuk mencari tahu untuk mengategorikan belanja patologis secara online dan apakah hal tersebut lebih mirip dengan impuls gangguan kontrol, gangguan obsesif-kompulsif, atau kecanduan belanja (shopping addiction).

Nah, studi tersebut menemukan tiga karakter orang yang senang dan rentan terhadap kecanduan belanja online, yaitu:

1. Menghindari Interaksi Sosial

Halaman
123
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved