Kriminolog Palembang Temukan Kejanggalan di Kasus Ahok

Ada hal-hal janggal selama kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama. Kejanggalan sudah ada sejak tahap penyidikan.

Kriminolog Palembang Temukan Kejanggalan di Kasus Ahok
Istimewa
Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipeluk kakak angkatnya, Nana Riwayatie, seusai menjalani sidang perdana dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Selasa (13/12/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sekaligus kriminolog, Sri Sulastri, menganggap ada hal-hal janggal selama kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama.

Sri, yang mengaku mengikuti perkembangan kasus pria nomor satu di DKI Jakarta tersebut, kejanggalan pertama datang dari tuntutan jaksa. Ia anggap aneh karena tuntutan yang diajukan justru bukan dakwaan primer.

Padahal, termasuk dari keterangan ahli, semuanya mengacu kepada pembuktian dakwaan primer yang dibacakan jaksa di sidang pembuka.

Kejanggalan lain yang menurut Sri terjadi di kasus pria bersapaan Ahok ini sudah ia lihat sejak kasus ini ada di tangan penyidik. Ahok tidak ditahan, padahal dari ancaman kasus ini memungkinkan dirinya untuk berada di balik jeruji selama proses penyidikan berjalan.

Selain itu, Ahok juga tidak dilengserkan dari jabatannya. Padahal sejumlah kepala daerah yang sudah berstatuskan tersangka lengser dari jabatan.

"Jadi, di mata saya memang ada yang janggal. Meski demikian, mari sama-sama hormati vonis hakim," kata Sri, mengakhiri pembicaraan via ponsel Selasa (9/5/2016) malam.

Editor: Refly Permana

Penulis: Refli Permana
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved