Truk Sarat Biji Kopi Nyaris Terjun ke Sungai Musi

Kondisi jembatan ponton di Desa Padangtepong Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang kian memperihatinkan.

Truk Sarat Biji Kopi Nyaris Terjun ke Sungai Musi
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Truk bermuatan biji kopi dari Kecamatan Paiker terperosok di jembatan ponton Desa Padangtepong Ulumusi, Minggu (7/5/2017). Kendaraan dari arah Paiker menuju Ulumusi tidak bisa lewat. 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG- Kondisi jembatan ponton di Desa Padangtepong Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang kian memperihatinkan.

Jembatan ini merupakan akses satu-satunya menuju ke Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empatlawang.

Akibatnya kendaraan yang melintasi jembatan ini harus hati-hati karena kondisi jembatan yang sudah tua ditambah lantai jembatan yang mulai banyak terlepas dimakan usia.

Tidak sedikit kendaraan yang melintas bertaruh nyawa, seperti yang terjadi pada Minggu (7/5/2017) pagi.

Truk kopi dari Kecamatan Paiker nyaris terjun ke sungai Musi akibat salah satu ban truk terperosok ke dalam lobang lantai jembatan.

Tidak kurang dua jam lebih kendaraan dari Kecamatan Ulumusi hendak ke Paiker maupun dari Paiker ke Ulumusi tidak bisa melintas sebelum truk bisa melewati jembatan dengan cara ditarik.

Warga yang hendak melintas harus menunggu lebih dua jam akibat peristiwa ini.

Dikhawatirkan pengendara melintas malam hari karena kendaraan jenis minibus harus sangat hati-hati karena sangat sedikit jarak ke lantai lobang bisa di lewati sementara untuk kendaraan roda dua tetap masih bisa melintas dengan hati-hati.

"Sudah hampir dua jam tidak jalan,  karena di jembatan truk terperosok, bisa saja batal menghadiri acara kondangan," kata Meldi, warga yang terjebak macet.

Ia mengatakan mestinya sudah selayaknya jembatan ponton itu diperbaiki karena sudah tua dan satu-satunya jembatan penghubung antar kecamatan.

Warga lain, Ali mengatakan jebolnya jembatan karena pelat lantai yang tipis selain itu kondisi jembatan sudah tua, rangkanya itu sejak masa masih masuk Kabupaten Lahat.

"Jembatan Musi Paiker itu, sudah tua bayangkan sudah berapa lama sejak masih Kabupaten Lahat, sayang sampai sekarang para wakil rakyat tidak ada gergetnya," kata Ali.

Camat Paiker, Indera Supawi mengatakan untuk sementara waktu pihaknya akan mengusulkan perbaikan dan pembuatan palang untuk membatasi tonase kendaraan yang melintas. Dikawatirkan akan jeblok saat dilintasi kendaraan berat.

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved