Harga Bawang Putih di OKU Selatan Meroket

Untuk daging sapi dan ayam potong khususnya agak sulit dikendalikan karena ‎di pasok luar daerah

Harga Bawang Putih di OKU Selatan Meroket
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Salah satu pedagang di pasar tradisional OKU Selatan, Jumat (5/5/2017). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Memasuki bulan Ramadhan 1438 Hijriah yang hanya tinggal beberapa pekan lagi, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten OKU Selatan mulai merangkak naik dibanding sepekan sebelumnya.

Kenaikan harga terjadi pada harga bawang putih dan bawang merah.

Namun yang naik drastis yakni bawang putih.

Untuk bawang putih naik dari Rp 33.000 menjadi Rp 37.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dari Rp 32.000 per kilogram naik jadi Rp 34.000.

Salah seorang pedagang di Pasar pagi Muaradua, Intan, mengatakan, secara umum harga kebutuhan belum merangkak naik.

"Baru bawang mulai naik kemungkinan kebutuhan pokok lain seperti daging dan ayam ikut naik karena sekarang lagi bulan syakban (Ruah), tapi memang belum menyeluruh," katanya.

"Biasanya memang setiap tahun naik. Tak nggak tau tahun ini naik atau tidak," katanya, Jumat (5/5/2017).

Dia memperdiksi harga jual daging sapi dan ayam potong masih akan merangsek naik dari harga saat ini. Karena jika berkaca di tahun-tahun sebelumnya harga daging sapi mencapai angka Rp 130.000 per kilogram, sedangkan ayam potong Rp 40.000.

"Apalagi nanti ketika permintaan tinggi. Tahun ini kemungkinan akan sama, kebutuhan pokok naik 10% menjelang Ramadhan," katanya.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Perdagangan dan Pasar OKU Selatan, Makmun, mengatakan menjelang ramadhan pihaknya akan terus memantau semua harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Dia mengakui, terdapat sejumlah kebutuhan pokok seperti bawang, daging dan ayam ‎potong memang sangat sulit dikendalikan lantaran mayoritas saat ini dipasok distributor dari luar daerah dan Pulau Jawa.

"Untuk daging sapi dan ayam potong khususnya agak sulit dikendalikan karena ‎di pasok luar daerah, sedangkan kebutuhan pokok seperti beras, sayur dan cabai banyak dihasilkan petani lokal," jelasnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved