Breaking News:

5 Anggapan tentang Bercinta Setelah Menjadi Oranguta

Mitos soal tiada atau kurangnya hubungan seks setelah pasangan memiliki anak seringkali dilontarkan pada para ayah baru. “Say good bye to sex”, kata o

Editor: Bedjo
http://lifestyle.kompas.com/
Kedapatan sedang bercinta. 

SRIPOKU.COM - Mitos soal tiada atau kurangnya hubungan seks setelah pasangan memiliki anak seringkali dilontarkan pada para ayah baru. “Say good bye to sex”, kata orang-orang. Kamu akan sulit mencari waktu untuk bercinta. Kalaupun ada waktu, tenaga sudah habis karena mengurus anak. Bahkan bila sempat, kegiatan itu akan sering terputus karena anak terbangun atau hal-hal lain.

Berita Lainnya:  Banyak Wanita Sudah Berhubungan Seks setelah 6 Minggu Melahirkan

Meskipun hal-hal itu dirasa wajar dan menjadi pengetahuan umum, namun tidak semuanya benar. Ada banyak hal tentang seks setelah memiliki anak yang bisa didekati dengan sudut pandang berbeda. Inilah 5 anggapan soal seks setelah menjadi ayah, dan bagaimana menghadapinya:

1. Hubungan seks penting untuk orangtua
Memiliki anak membuat para orangtua terbagi perhatiannya dan tidak lagi memprioritaskan pasangan. Oleh karenanya ada anggapan bahwa kita harus selalu melakukan hubungan seks agar kemesraan tetap ada.

Faktanya, meskipun bercinta akan memberi kehangatan, namun penelitian menunjukkan bahwa hubungan seks bukanlah faktor utama yang menentukan rasa kebersamaan dan kedekatan dengan pasangan. Kedekatan akan lebih terbentuk lewat erotisisme.

Apakah bedanya? Psikoterapis Esther Perel menyebutkan bahwa erotisime lebih terkait pada perhatian, sentuhan, atau kejutan-kejutan pada pasangan. Menurutnya, ketika pasangan mulai saling menumbuhkan rasa sayang dan ketertarikan satu sama lain seperti halnya mereka menyayangi anaknya, sikapnya pun akan berubah. Bila rasa sayang dan tertarik itu berujung pada seks, maka mereka akan mendapatkan percintaan yang lebih berkualitas juga.

2. Memiliki anak, gairah hilang
Walau bulan-bulan pertama memiliki anak adalah masa yang cukup melelahkan terutama bagi ibu, namun kita harus menyadari bahwa kesibukan itu tidaklah selamanya. Memiliki anak memang akan mengubah seks, namun perubahan itu tidak selalu berarti menjadi buruk.

Peneliti dari Georgia State University menemukan bahwa orangtua yang berbagi tanggungjawab mengasuh anak memiliki kepuasan seks yang lebih tinggi dan merasa lebih bahagia bersama pasangannya. Ini secara tidak langsung merupakan saran bagi para ayah untuk ikut mengurus anaknya.

3. Tidak ada waktu bercinta
Kehadiran anak-anak membuat irama kerja orangtua menjadi lebih sibuk. Ini adalah fakta. Dan bila para orangtua berusaha memiliki jadwal bercinta seperti saat mereka belum memiliki anak, maka mereka akan sulit mendapatkannya.

Meski begitu, kehidupan seks tetap bisa dijadwalkan. Mungkin Anda merasa tidak nyaman memberi tanda pada kalender untuk waktu bercinta, tapi kadang-kadang itulah yang harus dilakukan. Namun seperti banyak hal dalam hidup, kuncinya adalah soal persepsi mengenai jadwal tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved