20 Orang Kafilah OKU Selatan Ikut Lomba Musabaqah Kitab Kuning di Palembang

Mereka akan berkompetisi dalam dua kategori yakni tingkat Ula dan Ulya.

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Ketua DPC PKB OKU Selatan bersama peserta Musabaqah Kitab Kuning yang siap berangkat ke palembang, Kamis (4/5/2017). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Sebanyak 20 orang kafilah OKU Selatan siap diberangkatkan pada Gelaran Musabaqah Kitab Kuning (MKK) tingkat provinsi di Asrama Haji Palembang, 6-7 Mei mendatang.

Mereka akan berkompetisi dalam dua kategori yakni tingkat Ula dan Ulya.

Bupati OKU Selatan, Popo Ali Murtopo, mendukung penuh kegiatan tersebut.

"Kita ikuti lomba dengan baik. Jaga nama baik daerah, jaga kesehatan. Kegiatan ini masih asing di telinga kita, namun pasti lebih baik di kalangan pesantren. Memasyarakatkan gemar membaca kitab kuning, salah satu kegiatan yang selaras dengan program pemkab OKU Selatan," kata Popo, Kamis (4/5/2017).

Ketua DPC PKB OKUS, Akmal Jailan, mengatakan, kegiatan ini pertama bagi OKU Selatan, sedangkan secara nasional sudah kali kedua.

Tahun ini babak penyisihan dilaksanakan per zona tingkat kabupaten.

Berkat perjuangan, alhamdulillah OKU Selatan masuk dalam Zona IX pelaksanaan MKK tahun ini.

Untuk tingkatan ini terdapat dua lomba yakni Qiroatul Kitab Fathul Qorib dan Hifzul (hafalan) Nadhom Imriti.

Dari cabang ini didapatkan 11 santri sebagai pemenang dan berhak mengikuti babak semi final di Asrama Haji Palembang.

Lalu, untuk tingkatan Ulya, lomba baca Kitab Ihya Ulumuddin dan Hifzun Nadhom Alfiah Ibnu Malik, DPC mengirim 4 santri, yang masing-masing mewakili tiap tangkai ulya.

"Mereka yang terbaik kategori ula, insya Allah siap bersaing dengan santri dari kabupaten lain," kata Akmal.

Dijelaskan Akmal, para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dan diberangkatkan ke Jakarta oleh PKB guna memperebutkan juara 1, 2 dan 3 nasional.

Untuk kategori qiraatul qutub dan hufzu nadhom baik putera maupun puteri yaitu juara 1 mendapatkan hadiah Rp10 juta, umrah dan pembinaan.

Lalu biaya pendidikan Rp20 juta (juara II) dan biaya pendidikan (Rp15 juta).

"Adapun dewan juri, sebanyak 16 orang terdiri dari kiayi Ponpes di Sumsel dan PWNU Sumsel," ujarnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved