Hadapi Harga Sembako Melambung Saat Ramadan, Ini yang Dilakukan Bulog Sumsel Babel
Hingga saat ini di gudang Bulog masih tersedia sekitar 50 ribu ton beras pasokan dari wilayah Sumsel dan Babel.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang bulan suci Ramadan 1438 H, Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sumsel Babel, Bakhtiar, memastikan stok beras di Bumi Sriwijaya tak ada kendala alias aman.
Bakhtiar menerangkan, hingga saat ini di gudang Bulog masih tersedia sekitar 50 ribu ton beras pasokan dari wilayah Sumsel dan Babel.
"Kami pastikan hingga Ramadan stok beras cukup. Dengan jumlah yang ada diperkirakan beras Bulog masih aman hingga enam bulan ke depan," jelas Bakhtiar, Senin (1/5/2017).
Tak hanya beras, Bakhtiar menegaskan sejumlah bahan pokok lainnya seperti minyak dan gula juga tak ada kendala berarti untuk kesediaan selama bulan Ramadan nanti.
Ia menyebut, guna menekan permainan pedagang yang kerap kali menaikkan harga sembako di saat bulan puasa hingga lebaran, pihaknya bakal gencar melakukan pasar murah dan Operasi Pasar (OP) di pemukiman padat penduduk di kota Palembang.
"Kita akan terus berkoordinasi dengan semua stake holder, pemda, dinas perdagangan dan BI untuk penekan tingginya harga sembako," ungkap dia.
Pasar murah yang nantinya bakal digelar merupakan langkah konkrit dari Bulog Divre Sumsel Babel untuk menekan melambungnya harga di pasar tradisional.
Dengan harga yang jauh di bawah rata-rata pedagang, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
"Langkah lain untuk meredam harga kita mempercepat pendistribusian Rastra dan BPNT (Bantuan pangan non Tunai) yang saat ini sudah mulai berjalan dengan baik," beber Bakhtiar.