Satu Keluarga Ditembaki

Korban Kedua, Dimakamkan Berdekatan dengan Makam Ibunya

Korban kedua meninggal dunia akibat ditembak oknum anggota Polres Kota Lubuklinggau, Sumsel, Indrayani (36) warga Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu di

Korban Kedua, Dimakamkan Berdekatan dengan Makam Ibunya
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Jenazah Indrayani tiba di rumah duka, Jalan Raya Curup, Dusun II Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, Senin (24/4/2017) pukul 16.43. 

SRIPOKU.COM, REJANG LEBONG - Korban kedua meninggal dunia akibat ditembak oknum anggota Polres Kota Lubuklinggau, Sumsel, Indrayani (36) warga Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dimakamkan berdekatan makam ibunya.

Berita Lainnya:  Jenazah Indrayani Tiba di Rumah Duka, Warga Sambut dengan Teriakan Allahu Akbar

"Tadi sudah dimakamkan pas azan maghrib, dia dimakamkan berdekatan dengan makam ibunya, Ibu Surini yang terlebih dahulu meninggal saat terjadi peristiwa penembakan itu," kata Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari yang tercatat masih memiliki hubungan keluarga dengan korban usai mengikuti pemakaman, Senin sore (24/4/2017).

Korban Indrayani dimakamkan di pemakaman umum Desa Blitar Muka pada pukul 18.05 WIB.

Wakil Bupati Rejang Lebong pun akan mengikuti kegiatan pembacaan surat Yasin dan Tahlil di rumah duka hingga malam ketujuh, dengan maksud menghilangkan duka keluarga korban. Hal ini dilakukan karena keluarga korban ini baru saja kehilangan ibu dan anak, serta tiga orang lainnya masih dirawat di RS dr M Hoesin di Palembang.

Korban meninggalkan seorang istri Partiana (34) dan tiga anak, masing-masing Vidyoga (11) yang kerap disapa Dyo, Dika Fitria (5), dan Dian Aisyahara berumur 1,5 tahun.

Sementara itu, menurut keterangan Hadi (40) keluarga Indrayani, korban ini kesehariannya bekerja sebagai petani kopi dan juga menyadap air nira. Air nira ini kemudian oleh isterinya (Patriana) diolah menjadi gula aren.

"Kami dapat kabar kalau Indrayani meninggal dunia jam 05.10 WIB, kami berharap agar pelakunya dihukum yang berat," ujarnya.

Pihak keluarga Kaswan (62) ayah dari Indrayani kata dia, dalam keadaan berduka yang mendalam karena kehilangan isterinya dan anak, serta kakak ipar namun meninggal dunia karena sakit bukan karena ditembak polisi yang waktunya hampir bersamaan.

Sebelumnya Selasa (18/4) sekitar pukul 10.30 di Lubuklinggau terjadi penembakan enam warga yang menumpang mobil sedan berplat BG 1488 ON oleh Brigadir K dalam operasi rutin. Karena berupaya menerobos razia, petugas terpaksa memberondong mobil itu.

Akibat kejadian ini enam orang terkena tembakan senapan laras panjang diantaranya Surini (54) meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada serta Indrayani mengalami luka tembak di leher. Sedangkan empat korban lainnya tertembak di perut, bahu, dan bagian tubuh lainnya.

Sumber: ANTARA

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved