Dua Unit Laptop Milik Dokter Puskesmas Dijual ke Pasar Cinde Hanya Rp 1,2 Juta

Odie dan Aris masuk ke dalam Puskesmas dengan acara melepaskan kaca pentilasi kamar mandi yang terletak di belakang.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolsek Kertapati, AKP Delly Haris didampingi Kanit Reskrim Ipda Uzer, ketika mengelar, tersangka pembobolan puskesmas, Odie dan Aris,Senin (24/4). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Setelah hampir 12 hari menjadi buron Polsek Kertapati, atas kasus 363 KHUP (Pencurian dengan pemberatan),  di Puskesmas Kertapati, dua pemuda yakni Odie Setiawan (15) dan Aris candra (16) warga jalan Abi Kusno Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Palembang, berhasil ditangkap, Minggu (23/04), sekitar pukul 20.30.

Keduanya ditangkap petugas buser Polsek Kertapati, saat berada di rumah masing-masing. Pertama petugas nangkap Odie di kediamannya, lalu dari nyanyian Odie petugas menangkap Aris yang saat itu juga sedang berada
di rumahnya.

Kedua pemuda ini ditangkap berawal dari laporan seorang dokter yang bekerja di puskesmas tersebut, yakni Erine Dwinda Putri (39), yang  melapor ke Polsek Kertapati, Palembang, mengatakan bahwa Puskesmas tersebut sudah dibobol maling.  Malingnya mengambil dua unit laptop merek Asus

Odie dan Aris masuk ke dalam Puskesmas dengan acara melepaskan kaca pentilasi kamar mandi yang terletak di belakang.

Setelah berhasil, mereka pun langsung masuk ke dalam puskesmas dan mengambil dua laptop tersebut yang berada di ruangan korban.

" Keduanya ditangkap berawal dari laporan korban dan langsung ditindaklanjuti. Setelah dilakukan penyelidikan dan diketahui pelaku, mereka pun baru kita tangkap," ungkap Kapolsek AKP Delly Haris didampingi Kanit Reskrim Ipda Uzer, kemarin.

Selain mengamankan dua pelaku, lanjut Deli, anggota juga mengamankan barang bukti berupa 1 laptop merek asus.

Sedangkan, Orie dan Aris mengaku nekat melakukan aksi ini karena tidak mempunyai pekerjaan," kami berdua melakukan ini atas kemauan bedua pak. Bukan saya saja. Dan laptop itu kami juga dikawasan cinde, seharga 500 ribu dan 750 ribu. Uang untuk beli baju, sandal dan rokok," aku keduanya menyesal.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved