Wagub Sumsel: Waspadai Sejak Dini Isu-isu Bisa Berkembang Jadi Konflik
Gejolak-gejolak atau paham radikal yang akan timbul di Sumsel. Karena sekarang isu SARA, RAS, isu agama dan sebagainya bisa berkembang menjadi konflik
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wagub Sumsel Ir H Ishak Mekki MM meminta agar mewaspadai sejak dini berkembangnya isu-isu SARA, agama, ras bisa saja berkembang menjadi konflik.
"Gejolak-gejolak atau paham radikal yang akan timbul di Sumsel. Karena sekarang isu SARA, RAS, isu agama dan sebagainya bisa berkembang menjadi konflik ini jangan sampai terjadi. Bukan berarti kita aman tidaka ada paham radikal. Bisa saja sewaktu-waktu muncul. Harus diantisipasi sejak dini. Sejak 2007, 2008 ada bukti itu di Palembang di Sekayu, Palembang. Untuk itulah kita antisipasi. Kalau ada yang mondok, berbeda (paham) harus diwaspadai," seru Ishak Mekki usai membuka Kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (19/4/2017).
Pembekalan yang dilaksanakan oleh BNPT pusat dengan melibatkan kehumasan baik swasta maupun pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi gejolak atau paham radikal yang kemungkinan akan timbul di wilayah Sumatera Selatan di masa mendatang.
"Saat ini Sumsel aman, namun bukan berarti tidak ada apa-apa, bisa saja suatu waktu itu akan akan muncul paham yang radikal, jadi itulah kita harus antisipasi sejak dini," katanya.
Menurut mantan Bupati OKI dua periode, sejauh ini di Sumsel aman, pasca tahun 2007-2008 dimana di Palembang, di Sekayu dan di OKI serta di Dwikora pernah ada upaya pergerakan rencana pengeboman, beruntung bisa cepat ditangkap sebelum mereka melakukan eksekusi pengeboman.
Oleh karenananya langkah pencegahan, apalagi Sumsel sebagai daerah pelintasan tempat transit orang, bisa saja paham yang radikal itu dengan cepat bisa berkembang.
"Peran masyarakat dan media sangat diperlukan, dalam upaya mencegah secara dini," kata Cagub Sumsel 2018.
Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Tetoris Sumsel, Uzirman Irwandi mengatakan kegiatan yang melibatkan kehumasan dari pihak swasta maupun pemerintah sebagai upaya pencegahan paham radikal berkembang secara luas seiring dengan semakin berkembangnya media saat ini.
"Kita harapkan kegiatan ini bisa menggabungkan antara informasi dari BNPT bahayanya paham radikal kepada media bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat luas," ujarnya.
Acara dihadiri Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Drs Hamidin, Sekretaris FKPT Sumsel DR Periansya SE MM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wagub-sumsel-ir-h-ishak-mekki-mm-didampingi-ketua-fkpt-sumsel-drs-uzirman-irwandi_20170419_135755.jpg)