Makin Parah, Krisis Ekonomi Venezuela

Anjloknya harga minyak membuat perekonomian Venezuela kian anjlok. Bahkan, krisis ekonomi di negara kaya minyak tersebut semakin parah dan akut.

Makin Parah, Krisis Ekonomi Venezuela
http://bisniskeuangan.kompas.com/
Para pengunjuk rasa menuding pemerintah Presiden Nicolas Maduro membawa Venezuela kepada kebangkrutan. Kaum oposisi berunjuk rasa setiap pekan, namun kali ini diyakini melibatkan masa paling besar. 

SRIPOKU.COM, NEW YORK - Anjloknya harga minyak membuat perekonomian Venezuela kian anjlok. Bahkan, krisis ekonomi di negara kaya minyak tersebut semakin parah dan akut.

Berita Lainnya:  Krisis Pangan di Venezuela Makin Parah

Dana Moneter Internasional (IMF) pun mengakui bobroknya ekonomi negara itu. Ini dibuktikan dengan langkah IMF yang tidak memperbaiki outlook ekonomi Venezuela.

"Venezuela masih terbenam dalam krisis ekonomi yabg dalam," tulis IMF dalam laporan World Economic Outlook seperti dikutip dari CNN Money, Rabu (19/4/2017).

Tingkat pengangguran Venezuela diprediksi menembus 25 persen pada tahun ini dan memburuk hingga mencapai 28 persen pada tahun 2018 mendatang. Padahal, angka pengangguran di negara itu mencapai 7,4 persen pada tahun 2015 silam.

Ekonomi Venezuela merosot 18 persen pada tahun 2016, menandai tahun ketiga resesi. Tidak diragukan lagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut akan tetap minus pada tahun ini dan tahun depan.

Adapun prediksi IMF terhadap inflasi Venezuela juga buruk, yakni 720 persen tahun ini. Angka tersebut dipangkas separuh dari proyeksi sebelumnya, namun diprediksi bakal mencapai 1.200 persen pada tahun 2018.

Krisis ekonomi Venezuela juga memicu gelombang unjuk rasa dan krisis sosial. Sejak 1 April 2017, setidaknya aksi unjuk rasa telah menewaskan empat orang warga.

Warga Venezuela telah bertahun-tahun bertahan hidup dalam kondisi kekurangan bahan pangan dan obat-obatan. Harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya meroket tinggi, mengikis gaji dan nilai mata uang bolivar.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved