Palembang Masih Minim Kampung Iklim

Pemkot Palembang menargetkan setiap kelurahan mengembangkan program Kampung Iklim dengan pola penghijauan.

Palembang Masih Minim Kampung Iklim
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kepala Dinas LHK Kota Palembang Faizal AR ketika sosialisasi kampung iklim di Gedung Grand Atyasa Palembang, Selasa (18/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemkot Palembang menargetkan setiap kelurahan mengembangkan program Kampung Iklim dengan pola penghijauan.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Program Kampung Iklim, Adaptasi, dan Mitigasi Perubahan Iklim.

Asisten III Setda Kota Palembang Agus Kelana didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Palembang Faizal AR mengatakan, setiap kampung iklim tersebut nantinya akan dinilai secara nasional.

“Kalau bisa seluruh kelurahan ada Kampung Iklim,” ujar Agus Kelana, seusai membuka sosialisasi Permen LHK kepada setiap kecamatan di Grand Atyasa Palembang, Selasa (18/4/2017).

Dikatakannya, saat ini baru ada beberapa kampung iklim. Siantaranya di Kecamatan Gandus, Kecamatan Talang Kelapa, dan Kecamatan Plaju. Ketiga kampung iklim yang ada merupakan pembinaan Dinas LHK Palembang.

“Kriteria utama, ada kepedulian masyarakat setempat, mereka berkelompok, dan mampu memelihara bersama sistem drainase, saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Dengan begitu, tidak ada bencana banjir,” ujarnya.

Karena itulah, lanjutnya, sosialisasi ini diharapkan bisa mendorong untuk menghidupkan Kampung Iklim di wilayahnya. Mulai dari membuat kebun yang berisikan tanaman obat, tanaman hijau, dan lainnya.

“Kami sadarkan dulu masyarakat untuk membangun penghijauan, baru kami turun untuk memberikan bantuan dari apa saja yang dibutuhkan, bisa pupuk, pelatihan, ataupun alat pertanian,” ujar Agus.

Sementara itu, Kabid Mitigasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sugiatmo mengatakan, pemerintah pusat menargetkan ada 2000 kampung iklim di seluruh Indonesia pada tahun 2019.

Saat ini sudah ada 293 kampung iklim di Indonesia yang tersebar di 27 propinsi. “Kampung iklim itu minimal tingkat RW dan maksimal tingkat kelurahan,” ujarnya.

Sugiatmo menjelaskan, ada tiga syarat agar suatu wilayah bisa masuk dalam kategori Kampung Iklim.

Pertama adalah aktif melakukan adaptasi lingkungan yakni bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dalam perubahan iklim.

Kedua aktif dalam program mitigasi, yakni bagaimana masyarakat tersebut bisa mengurangi, meminimalisir dampak dari perubahan iklim. Ketiga yakni adanya dukungan masyarakat.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved