Eranya Busana Etnik
"Ada gaun pesta, ada juga gaun nikah. Saya juga ngedesain busana yang memang busana modern," kata Glenda.
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Busana yang mengedepankan ciri khas daerah tampaknya tengah ngetren di era sekarang.
Ini bisa dilihat dengan para desainer yang semakin banyak mempoduksi busana-busana dari kain etnik.
Tak ketinggalan dengan para desainer yang ada di Palembang.
Hj Annita Soviah misalnya.
Pemilik Butik Lentera ini malah sudah lama komitmen di busana etnik.
Dengan kata lain, bukan sekedar mengikuti tren semata.
Meski busana-busana modern kian terus berdatangan, perempuan cantik ini tetap bertahan dengan komitmennya.
"Tujuannya supaya ciri khas kota kita bisa diketahui orang banyak. Sebenarnya asli saja sudah cukup bagus, apalagi kalau sudah dimodifikasi," kata cewek berhijab ini.
Hal yang sama dilakukan Lusi Silfia, pemilik Chycy Kebaya.
Dari nama butiknya saja sudah diketahui bahwa cewek bersapaan Chycy ini memproduksi kebaya.
Namun, ada beberapa modifikasi yang ia lakukan, terutama di bagian payat, dimana dirinya mengedepankan teknik payat tiga dimensi.
Desainer lainnya, Glenda Naira, juga demikian.
Cewek yang masih berusia 20 tahun ini sudah memproduksi beberapa busana yang kental akan nuansa etniknya.
Mulai dari kebaya higga batik, sudah pernah ia sulap menjadi gaun yang glamor dan mewah.
"Ada gaun pesta, ada juga gaun nikah. Saya juga ngedesain busana yang memang busana modern," kata Glenda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/busana-etnik-yang-semakin-banyak-dikenakan-perempuan-muda_20170418_163945.jpg)