Petani Karet di Ogan Ilir Kembali Mengeluh

“Harga karet kembali turun hingga Rp 9.500 perkilogram, padahal dua hari sebelumnya masih Rp 10.500 perkilogramnya,’’ katanya.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Zai, petani karet warga Desa Bakung Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, mengaku harga karet dari tingkat pengepul mengalami anjlok diharga Rp 9.500 perkilogramnya. 

SRIPOKU.COM,INDERALAYA—Setelah sempat menyentuh angka Rp 12.500 perkilogramnya. Kini petani karet yang berada di Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) kembali mengeluh.

Pasalnya, belakangan ini, karet anjlok di harga Rp 9.500 perkilogramnya. Keluhan anjloknya harga karet ini disampaikan Zai (61) warga Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten OI.

Menurut Zai, turunnya harga jual karet tingkat pengepul sudah terasa hampir dalam dua pekan terakhir ini.

“Harga karet kembali turun hingga Rp 9.500 perkilogram, padahal dua hari sebelumnya masih Rp 10.500 perkilogramnya,’’ katanya, Sabtu (15/4).

Ia berharap, pemerintah dapat membantu masyarakat petani karet.

“Paling tidak harga karet mencapai Rp 15.000 perkilogram, jangan sampai harga karet dibawah harga beras. Beras saja saat ini Rp 11 ribu, harga karet Rp 9.500 perkilogram, mau makan apa petani karet kalau terus mengalami penurunan,’’ lirihnya.

Dia mengaku hanya mempunyai 2 hektar lahan kebun karet.

Senada disampaikan Ibu Mayah (55) warga Desa Lorok Kecamatan Inderalaya Utara.

Ia mengaku menjadi petani karet saat ini sudah tidak bisa menjanjikan,’’Kalau dulu menjadi petani karet bisa kaya, sebab harga jual karet diatas Rp 20 ribu, tapi saat ini untuk sampai keharga Rp 15 ribu saja sangat sulit sekali, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan dapur,’’ keluhnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved