UTD PMI Palembang Klaim Stok Darah Aman dan Tidak Dipungut Biaya

Mengenai biaya satu kantong dari jika di atas Rp360 ribu, Anton menegaskan bahwa itu pungli.

UTD PMI Palembang Klaim Stok Darah Aman dan Tidak Dipungut Biaya
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang juga sebagai Ketua PMI Kota Palembang ketika menerima serah jabatan dari dr Anton Suwindro di Gedung UTD PMI Palembang, Jalan Srijaya KM 5,5 Palembang, Rabu (12/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Polemik masyarakat yang susah untuk mendapatkan darah, menjadi momok bagi pihak PMI Kota Palembang. Begitu juga dengan adanya praktik jual beli darah yang memberatkan masyarakat saat membutuhkan.

Namun hal ini dibantah pihak Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Palembang. Bahkan PMI mengklaim selama ini stok persediaan darah di Palembang aman.

"Perlu diketahui, kekurangan darah itu tidak pernah terjadi. Jadi jika ada yang butuh darah, persediaannya selalu ada," ujar dr Anton Suwindro, seusai masa jabatannya habis sebagai Kepala UTD Kota Palembang dan kini sebagai Dewan Kehormatan PMI Kota Palembang, Rabu (12/4/2017).

Anton mengatakan, persediaan darah selalu aman dan setiap masyarakat yang membutuhkan selalu tersedia. Memang untuk yang stok darahnya kosong itu tergatung dari kebutuhan golongan darahnya.

"Stok persediaan darah tergantung itu golongan. Memang yang susah didapat itu golongan darah AB, karena memang susah didapat yang dilihat dari populasinya. Tapi untuk golongan darah yang lain, semuanya aman," ujarnya.

Terkait apakah darah diperjualbelikan kepada masyarakat, Anton kembali menegaskan tidak ada darah yang dijual. Masyarakat harus mengubah pandangannya bahwa darah itu tidak dijual.

"Bukan jual beli darah, hanya saja ada biayanya yakni Biaya Pengganti Pengolahan darah (BPPD) yang mencakup donor, kantong darah, reagen dan hal lainnya. Satu kantong darah itu biayanya Rp360 ribu dan biaya ini sesuai aturan Permenkes dan keputusan Ketua PMI Pusat," ujarnya.

Mengenai biaya satu kantong dari jika di atas Rp360 ribu, Anton menegaskan bahwa itu pungli. Jadi biayanya sesuai aturan. "Terkecuali jika ada pengelolaan darah yang khusus, biayanya memang lebih karena darah diolah lagi secara khusus," ujar Anton yang telah menjadi Kepala UTD PMI Kota Palembang selama 11 tahun. (Editor: Yuliani)

Penulis: Welly Hadinata
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved