BI Sumsel Minta Masyarakat Bijak Berbelanja

Kepastian ini pun diutarakan langsung oleh Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Khairudin, Selasa (11/4/2017).

Penulis: Rahmaliyah | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Khairudin saat berbincang bersama media, di Oplet Ini Resto, Selasa (11/4) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan menghimbau masyarakat untuk tetap bijak saat berbelanja meskipun saat ini kondisi stok kebutuhan sehari-hari dipastikan Aman hingga jelang Ramadan

Kepastian ini pun diutarakan langsung oleh Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Khairudin, Selasa (11/4/2017).

"Tidak perlu beli banyak karena stok tersedia. Ini penting karena jika ada panic buying maka akan memicu kenaikkan harga," ujarnya.

Menurut Rudi, berdasarkan pantauan BI dari sisi suplai dipastikan tersedia. Hal tersebut didukung dengan adanya keseimbangan antara suplai dan demand sehingga berdampak pada beberapa komoditas yang harganya mulai bergerak turun. Seperti contoh, harga cabai rawit yang mulai berangsur turun.

"Harga itu di pengaruhi demand, jika demand berlebihan maka ini akan membentuk harga menjadi tinggi," ujarnya

Rudi pun memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga gula menjelang ramadhan seperti yang terjadi di tahun lalu. Dimana pada akhirnya harga gula kristal putih bertahan di angka Rp 16 ribu perkilo.

"Tahun lalu terjadi kan karena adanya keterlambatan penggilingan di pabrik gula, namun berbeda dengan tahun ini yang stok gulanya sudah tersedia. Jadi masyarakat tak perlu belanja berlebihan karena sekali lagi kita pastikan stok aman," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved