Jalur Pendakian Ditutup Sementara, Pemkot dan Polres Pantau Jalur Evakuasi GAD
kenaikan status GAD harus diinformasikan kepada masyarakat. Pasalnya bukan tidak mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keadaan atau st
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Kenaikam status Gunung Api Dempo (GAD) menjadi level II (waspada) terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam telah melakukan rapat bersama pihak terkait yakni Kapolres, Basarnas, BPBD, Dandim 0405 beserta Kepala OPD seKota Pagaralam untuk membahas jalur evakuasi jika GAD Meletus.
Sekretaris Dearah Kota Pagaralam, H Syafrudin mengatakan, kenaikan status GAD harus diinformasikan kepada masyarakat. Pasalnya bukan tidak mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keadaan atau status Dempo saat ini.
"Kita harus mensosialisasikan semua jalur pendakian ditutup sampai kondisi Dempo aman atau kembali normal. Selain itu kita harus melakukan pengecekan jalur evakuasi jika kemungkinan terburuk terjadi," ujar sekda, kepada Sripoku.com, Minggu (9/4/2017).
Pemkot meminta agar BPBD Kota Pagaralam mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Tidak hanya menyiapkan jalaur evakuasi namun juga beberapa kelengkapan seperti dapur umum, dan tenaga kesehatan juga harus disiapkan
Kepala BPBD Kota Pagaralam, Herawadi mengatakan bahwa saat ini telah dibuat beberapa jalur evakuasi bilamana terjadi letusan Gunung Dempo. Untuk radius 4-5 km dari permukaan kawah, terdiri dari Desa Janang, Kampung Empat, Tangsi Dua, dan Tugu Rimau.
Tempat evakuasi untuk Janang ada di daerah Lapangan Bola Talang Darat. Untuk Kampung Empat di Lapangan Bola Nendagung. Untuk Tangsi Dua di Lapangan Bola SMP 2 Bangun Rejo. Sedangkan untuk Tugu Rimau di Alun-alun Utara Kota Pagaralam.
Sedang Untuk radius 5-10 km, terdiri dari Tangsi Satu, Talang Ketuk, Tangsi Tiga, dan pabrik teh.Tempat evakuasinya di Lapangan Bola Sport Center, Gedung Pramuka Alun Dua.
Dan,Untuk kelurahan Dempo Makmur, Sukananti, Dempo Rejo, dan Bedeng krese, di Lapangan SMP 8, Lapangan Bola Alun Dua, dan Tanah Serunting.
Kepala Basarnas Kota Pagaralam Lettu, Jacky Chan mengatakan, situasi ini sudah merupakan tanggung jawab tidak hanya Basarnas Kota Pagaralam namun juga tanggung jawab Basarnas Provunsi.
"Dan saat ini kita telah berkoordinasi dengan Basaranas Kabupaten/Kota lain bilamana dibutuhkan untuk evakuasi jika terjadi letusan Gunung Dempo,"ucapnya
Sementara Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi SIk menambahkan, meskipun terjadi letusan daerah yang paling rawan adalah Kabupaten Lahat dan Empat Lawang, namun karena Gunung Dempo terletak di Kota Pagaralam jadi merupakan tanggung jawab selaku tuan rumah.
"Dan hal ini kita lakukan sampai Gunung Api Dempo dinyatakan aman dan normal,meskipun jika informasinya sampai 1-2 bulan kedepan," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gad_20170409_101742.jpg)