Gila! Maskapai ini Suruh Calon Pramugarinya Buka Seluruh Pakaian saat Proses Wawancara
Ini bukan masalah, kami punya hak untuk melakukan pengecekan itu pada mereka," ujar Raja Sa'Adi, Rabu (5/4/2017).
SRIPOKU.COM--Setiap perusahaan pasti ingin mencari karyawan terbaik seperti keinginan mereka.
Itu jugalah yang dilakukan oleh maskapai pesawat terbang Malaysia, Malindo Air.
Maskapai tersebut ingin mencari pramugari yang sesuai dengan kriteria mereka.
Namun, ada satu hal aneh yang menurut Malindo Air harus dilakukan oleh calon pramugari.
Hal kontroversial itu adalah para calon pramugari harus melepas pakaian hingga bra saat proses interview.
Dilansir dari Malay Mail Online, hal itu diungkapkan langsung oleh humas maskapai, Raja Sa'adi Raja Amrin.
Mereka meyuruh calon pramugari untuk buka baju agar bisa tahu jika mereka punya luka di tubuh.
Cara itu harus dilakukan karena seragam maskapai Malindo Air berbahan agak transparan.
"Ini bukan masalah, kami punya hak untuk melakukan pengecekan itu pada mereka," ujar Raja Sa'Adi, Rabu (5/4/2017).
"Aku rasa semua maskapai pasti melakukan hal serupa," sambungnya.
"Kami harus tahu apakah para calon memiliki luka, jerawat, atau tato yang dapat terlihat saat memakai seragam," lanjutnya.
"Pramugari maskapai kami menggunakan korset dan jika bekas luka itu tertutup korset, maka tak masalah," jelasnya.
Marlindo Air memiliki dua jenis seragam, blus putih berkerah dan atasan kebaya putih.
Kebaya putih itulah yang biasanya digunakan setelah para pramugari memakai korset.
Raja Sa'adi menjelaskan bahwa prosedur membuka baju dilakukan di kebanyakan maskapai.
Pasalnya, mereka ingin kru awak pesawat harus terlihat memiliki fisik yang baik.
Para calon pramugari juga harus memperlihatkan pahanya saat proses interview.
Hal itu lagi-lagi dilakukan untuk melihat adanya bekas luka karena rok seragam mereka berbelahan tinggi.
"Kami harus tahu apa ada bekas luka yang bisa terlihat di kaki mereka ketika berjalan," ungkapnya.
"Belahan rok itu dibuat agar pramugari dapat bergerak bebas, terutama saat keadaan darurat.
Pihak Malindo Air langsung mengeluarkan statement tersendiri tentang hal kontroversi itu.
Mereka mengatakan, proses itu telah diketahui calon pramugari dan dilakukan secara profesional.
"Pengecekan untuk bekas luka dilakukan oleh petugas supervisor perempuan secara profesional," ujarnya dilansir dari The Star.
"Para kandidat sudah dijelaskan sebelumnya dan kami telah minta persetujuan masing-masing kandidat," sambungnya.
"Itu semua dilakukan sebelum kami memastikan tak ada bekas luka yang dapat terlihat ketika mereka nanti mengenakan seragam," tuturnya.
Pengecekan dengan cara buka baju dan bra telah menjadi prosedur Malindo Air sejak 2013.
Hal tersebut adalah prosedur standar yang telah dilakukan selama 4 tahun ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pramugari_20170407_093737.jpg)