Pegadaian Patok Target OS Loan Rp 92 Miliar

"Walaupun naik targetnya tahun ini kita masih tetap optimis capai target, toh sekarang transaksi juga mulai banyak"

Pegadaian Patok Target OS Loan Rp 92 Miliar
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Seorang nasabah pegadaian yang tengah melakukan transaksi di Pegadaian Cabang Palembang, Jalan Merdeka Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Pegadaian (Persero) cabang Palembang di tahun 2017 ini menargetkan mampu meraup outstanding loan sebesar Rp 92 Miliar. Angka Ini jauh meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang berada diangka Rp 83 Miliar.

Kepala Cabang Palembang, Joko Prasetyo mengatakan, pihaknya optimis dapat mencapai target yang dicanangkan. Optimisme ini terlihat dari mulai meningkatnya transaksi gadai barang meski masa libur sekolah dan puasa masih ada beberapa bulan lagi.

"Walaupun naik targetnya tahun ini kita masih tetap optimis capai target, toh sekarang transaksi juga mulai banyak. Bahkan, saat ini mulai meningkatkan tambahan modal untuk mengantisipasi peningkatan gadai yang dilakukan masyarakat," ujarnya, Kamis (6/4/2017)

Dirinya pun menambahkan, selain itu aktivitas pinjaman di bank pun dilakukan, sebab rata-rata untuk satu kantor cabang setidaknya butuh modal Rp2 Miliar setiap bulan.

"Saat ini saja, setiap pekannya kami membutuhkan modal lebih dari Rp250 juta. Artinya jika dirinci satu bulan bisa butuh Rp2 miliar. Langkah yang kami lakukan tentu menggunakan dana dari bank, jika memang dana di cash tidak mencukup ,” ujarnya.

Bisnis gadai sendiri dikatakan Joko masih menjadi instrumen bisnis penunjang utama PT Pegadaian untuk cabang Palembang. Walaupun pegadaian sudah banyak memiliki produk, mulai dari emas, Logam Mulia, pinjaman hingga produk lainnya, namun core bisnis utama yaitu gadai masih menjadi penyumbang tertinggi pendapatan yang mencapai 90 persen.

"Makanya di trimulan ketiga ketika menyambut puasa dan libur sekolah akan menggenjot bisnis gadai. Modal tentu butuh lebih besar untuk menampung masyarakat yang menitipkan Barang," ungkapnya.

Hal Ini perlu dilakukan untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi nasabah pegadaian, dimana mayoritas orang datang untuk gadai dari kalangan masyarakat bawah.

"Selagi barang yang dititipkan masuk kriteria barang yagn bisa digadaikan, kami tidak mungkin menolaknya. Untuk itu alokasi modal harus tertap terjaga,” Pungkasnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved