Harga Jual Mahal, Pemkot Palembang Siapkan 10 Ribu Bibit Cabai

“Ini menjadi stimulan. Bila kita bayangkan satu Polybag menghasilkan sekitar 2 kg cabai, maka kita, warga Palembang tidak akan kekurangan komoditi,"

Harga Jual Mahal, Pemkot Palembang Siapkan 10 Ribu Bibit Cabai
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Walikota Palembang H Harnojoyo dan istri serta jajaran yang menanam bibit cabai dalam peresmian pencanangan di UPTD BPP Seberang Ulu Palembang, Kamis (6/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tingginya harga jual cabai ke masyarakat, menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota Palembang. Mengatasi polemik masyarakat akan harga cabai, Walikota Palembang H Harnojoyo mencanangkan gerakan tanam cabai di Kota Palembang.

Bahkan Harnojoyo pun mengharapkan cabai sebagai salah satu komiditi utama di Palembang. Harapan ini disampaikan Harnojoyo dalam peresmian pencanangan di UPTD BPP Seberang Ulu Palembang, Kamis (6/4/2017).

Walikota menekankan kepada ketersediaan cabai sebagai komoditas pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Hal ini terkait pula dengan upaya menjaga inflasi.

“Banyak faktor yang menjadi penghambat, diantaranya cuaca, rantai distribusi dan pasokan produksi. Karena itu, dengan Gerakan Tanam cabai (Gertam), kita bersama bisa mewujudkan ketersediaan kebutuhan bagi masyarakat,”ajak Harnojoyo.

Untuk itu, pemerintah menyediakan 10.000 bibit cabai kepada sejumlah kelompok masyarakat diantaranya, Kelompok wanita Tani, anggota PKK dan Dasawisma di lima wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Sukarami, Kalidoni, IB i, IT I dan Kertapati.

“Ini menjadi stimulan. Bila kita bayangkan satu Polybag menghasilkan sekitar 2 kg cabai, maka kita, warga Palembang tidak akan kekurangan komoditi yang sudah menjadi konsumsi kita sehari-hari,” ujar Harnojoyo.

Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang, Harrey Hadi mengungkapkan, upaya yang dilakukan ini merupakan amanat dari Undang Undang untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Sesuai UU No. 7/1996 tentang Pangan dan Pasal 13 PP No. 68/2002 tentang penyelenggaran ketahanan pangan di daerah.

“Kita berusaha mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki dengan gerakan ini. sehingga kedepan bisa lebih baik,”ujarnya.

Gerakan ini Sebagai salah satu wujud Program Ketahanan Pangan dan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRB) dan mengacu pada Peta Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved