Tak Menyadari Sasarannya adalah Polisi‎, Bani Ditembak Saat Membegal

Bani (27), warga Desa Karanganyar Kecamatan Rupit bersama komplotannya sama sekali tak menduga pengendara motor yang akan dibegalnya adalah polisi

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ahmad farozi
Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata didampingi didampingi jajarannya saat gelar barang bukti dari penangkapan Bani, di Mapolres Musirawas Selasa (4/4/2017) berupa parang dan kain sarung. Bani sendiri meninggal dunia karena ditembak petugas saat beraksi. ? 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Bani (27), warga Desa Karanganyar Kecamatan Rupit bersama komplotannya sama sekali tak menduga pengendara motor yang akan dibegalnya adalah polisi yang menyamar.

Polisi memang sengaja menyamar untuk memancing komplotan begal yang sangat meresahkan pengendara motor maupun mobil disepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mulai dari Kecamatan Rupit hingga Kecamatan Rawasulu itu.
Pancingan polisi mengena. Salah seorang anggota gabungan tim buru sergap (Buser) Satreskrim Polres Musirawas dan Polsek Muara Rupit yang pura-pura sebagai pengendara melintas dari arah Jambi menuju Lubuklinggau, tepatnya di Jalinsum Desa Karanganyar Kecamatan Muara Rupit, dihadang oleh Bani dan tiga rekannya, Sabtu (1/4/2017).

"Salah satu pelaku berteriak, minggir-minggir kau oi, kepada anggota kita yang menyamar sambil mengeluarkan Parang panjang. Sedangkan Bani mengeluarkan senjata api rakitan mencoba mencabut kunci sepeda motor anggota," ujar Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata didampingi Wakapolres Kompol Padmo Arianto dan Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma, saat rilis kasus Selasa (4/4/2017).

Dilanjutkan, anggota yang sudah mengetahui wajah Bani dan memang mengincarnya, tak mau ambil resiko langsung melepaskan tembakan dan mengenai bagian tubuhnya. Sehingga Bani terjatuh bersama motor yang dikendarainya. ‎Sedangkan motor lain yang dikendarai rekannya langsung tancap gas melarikan diri. Adapun Bani dan rekannya yang terjatuh, lari kedalam hutan saat akan ditangkap.

"Didapat info kemudian, bahwa Bani dibawa ke rumahnya, tidak dibawa ke rumah sakit. Dan pada Minggu (2/4/2017), Kades Karanganyar menginformasikan kepada petugas, bahwa Bani telah meninggal dunia karena ditembak petugas saat mencoba melakukan aksi kejahatan," ujarnya.

Dijelaskan, Bani dan komplotannya diburu karena melakukan serangkaian tindak pidana curas disepanjang Jalinsum Kecamatan Rupit hingga Kecamatan Rawasulu. Antara lain korbannya adalah Redenen dan isterinya Annur Isnanin. Korban yang hendak ke Jambi dengen berboncengan sepeda motor Honda Supra-X 125 BH320QG, dibegal di Jalinsum Desa Remban Kecamatan Rawasulu, pada 31 Maret 2016 sekira pukul 13.10 Wib. Sepeda motor korban dirampas pelaku, berikut dua ponsel, sejumlah uang tunai, STNK dan barang bawaan korban.

"Bani dan kawan-kawannya juga terlibat dalam 65 laporan polisi (LP) tindak pidana curas yang terjadi di Jalinsum antara Desa Karanganyar Kecamatan Muararupit sampai ke Kecamatan Rawasulu. Dari catatan polisi, antara lain 10 LP tahun 2014, 30 LP tahun 2015, 15 LP tahun 2016 dan 10 LP di tahun 2017," paparnya.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku tidak bertindak sendiri, namun bersama beberapa orang komplotannya. Dua rekannya yaitu Sangkut sudah ditangkap pada Juni 2016 dan diberikan tindakan tegas dan Wandi ditangkap pada Oktober 2016 dan diberikan tindakan tegas dan meninggal dunia. "Beberapa rekannya yang lain akan terus kita kejar," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved