Pasutri Ini Nekat Keliling Dunia Bersepeda Ini yang Akan Mereka Lakukan

Sudah empat bulan pasangan suami istri ini mengayuh sepeda dari kota satu ke kota lainnya. Rencananya tidak hanya sejumlah kota di Indonesia

Pasutri Ini Nekat Keliling Dunia Bersepeda Ini yang Akan Mereka Lakukan
sripoku.com/Yandi Triansyah
Hakam Mabruri (34) bersepeda keliling dunia, Rabu (5/4/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Hakam Mabruri (34) baru saja terduduk di salah satu rumah di Jalan HBR Motik Kecamatan Sukarami. Wajahnya nampak lelah, punggungnya sempat ia sandarkan, sambil meminta dibuatin kopi kepada tuan rumah. Sembari menunggu tangannya sibuk meramuh tembakau untuk ia hisap dijadikan rokok. Pria asal Malang ini, baru saja menempuh perjalanan jauh dari daerah asalnya ke Palembang dengan mengayuh sepeda bersama istrinya  Rofingatul Islamiah (34), keduanya baru tiba di Palembang, Rabu (5/3).

Sudah empat bulan pasangan suami istri ini mengayuh sepeda dari kota satu ke kota lainnya. Rencananya tidak hanya sejumlah kota di Indonesia saja menjadi tujuan mereka tapi juga Negera di Asia dan Afrika dan akan berakhir ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh.

Sambil beristirahat, sesekali ia mengecek kondisi sepeda yang ia gunakan selama perjalanan. Mulai dari mengecek rantai, ban hingga rem. Bagian lainnya juga tak luput dari pengamatannya  seperti lampu dan modifikasi lainnya tempat meletakkan HP hingga sambungan kabel lainnya.

Pasangan suami istri ini menggunakan sepeda tandem, satu sepeda tapi memiliki dua alat pengayuhnya. Semua kebutuhan mereka di jalan diletakkan di sisi kiri kanan sepeda. Total ada enam ransel yang mereka bawa.

" Mau keliling dunia dengan bersepeda sambil membawa pesan perdamaian antar umat beragama," ujar Hakam mengawali cerita.

Hakam mengatakan, dirinya prihatin dengan maraknya kekerasan mengatas namakan agama. Keduanya akan menyampaikan pesan damai ke tiap tempat yang dilewatinya. Mereka bercita-cita ingin menghapus stigma agama Islam yang dianggap penuh dengan kekerasan, radikal, dan teroris.

Pasutri berasal dari Desa Gading, Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Jawa Timur mengawali perjalanan dari Malang mulai tanggal 17 Desember 2016. perjalanan dimulai dari Malang dengan rute makam Wali Songo. Ia dan istrinya berziarah ke makam Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Gresik, Sunan Giri (Gresik), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Muria, Sunan Kudus, (Kudus) Sunan Kalijaga (Demak), dan Sunan Gunung Jati (Cirebon).

"Saya berangka dari Malang pada Sabtu 17 Desember 2016. Ini istri saya, (Rofingatul) Islamiah. Setiap hari kami menempuh perjalanan dengan bersepeda selama 70 kilometer. Perjalanan ini, insyaallah akan sampai Kairo (Mesir)," ujar Hakam sambil menunjuk istrinya.

Menurut dia, perjalanan dimulai dari Malang dengan rute makam Wali Songo. Ia dan istrinya berziarah ke makam Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Gresik, Sunan Giri (Gresik), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Muria, Sunan Kudus, (Kudus) Sunan Kalijaga (Demak), dan Sunan Gunung Jati (Cirebon) hingga tiba ke Jakarta hanya menempuh perjalanan selama 21 hari.

"Setiap hari kami tempuh perjalanan sekitar 70 kilometer, setiap satu jam setengah istirahat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: wartawansripo
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved