Anak tak Jadi Pegawai Sekuriti Pertamina, Uang Rp 225 Juta Melayang

Saat itu terlapor meminta uang pelicin, sebesar Rp 225 Juta, untuk memuluskan jalan anaknya menjadi security pertamina.

Anak tak Jadi Pegawai Sekuriti Pertamina, Uang Rp 225 Juta Melayang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Tersangka penipuan Hairul saat diamankan di Polresta Palembang yang dibawa langsung korbannya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Niat hati ingin memasukkan anaknya bekerja menjadi seorang security di pertamina, Plaju. Azwani (52), warga Jalan Sulaiman Amin Perumahan Pemon NO 13 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan
Alang-alang Lebar, Palembang, malah menjadi korban penipuan dan pengelapan.

Karena tak terima dan sudah ditipu hingga Rp 225 Juta, Azwani pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Sentra
Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Minggu (2/04), sekitar pukul 16.00.

Kepada petugas pengaduan, Azwani menuturkan kejadian itu pada bulan Agustus 2015, sekitar pukul 11.00. Dimana saat itu ia bertemu dengan terlapor yakni Hairul (45), warga Jalan Sei Gerong Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju, di kawasan Plaju.

Karena sudah kenal dan berteman dekat, saat itu terlapor pun menjanjikan bisa memasukan anak korban menjadi security pertamina.

Mendapatkan tawaran dari terlapor, korban pun langsung menanggapi tawaran itu. Namun saat itu terlapor meminta uang pelicin, sebesar Rp 225 Juta, untuk memuluskan jalan anaknya menjadi security pertamina.

" Kejadian ini memang sudah lama pak, namun dia ini sempat menghilang. Dan ketika dihubungi ditemui, dia selalu tidak ada menghindar," ungkap Korban kepada petugas SPKT Polresta.

Karena kesal, lanjut korban, dirinya pun terus mencari keberadaan pelaku dan akhirnya bertemu di kawasan Plaju," Nah saat bertemu tadi, saya pun langsung membawa dia ke sini pak (Polresta Palembang-red).

Hingga kini anak saya pun belum bekerja, seperti yang dijanjikan dia," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mangatakan, sudah menerima laporan korban dan sekaligus menerima serahan yang diduga pelaku atas nama Hairul," hingga kini pelaku masih
diperiksa, dan diminta keterangan untuk dilakukan pengembangan, terkait jika ada pelaku-pelaku lain," singkat Maruly.

Sedangkan pelaku, Hairul ketika giring korban dibawa ke Polresta Palembang, tidak mau menjawab pertanyaan awak media. Dirinya hanya menundukan kepalanya karena malu.

" Sudah pak jangan banyak tanya, saya sedang sakit," katanya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved