Tabrakan Tongkang Batubara Kini Dalam Penyelidikan
Kasat Pol Air Polresta Palembang Kompol Christopher Salohot Panjaitan membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Kejadian tenggelamnya tiang pancang jembatan Musi IV karena ditabrak tongkang pengangkut batubara, kini masih diselidiki.
Kasat Pol Air Polresta Palembang Kompol Christopher Salohot Panjaitan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, dalam insiden tersebut tidak memakan korban jiwa, meskipun sedang dalam penyelidikan.
"Kerugian meteril belum kita ketahui. Dan, dugaan penyebabnya masih dalam penyelidikan. Saat ini, kita sudah berkoordinasi dengan pihak penarik tongkang untuk mengevakuasi," ucap Christopher, Jumat (31/3/2017)
Kejadian tabrakan sendiri memang langsung menyedot perhatian warga, apalagi warga yang sedang memancing langsung lari ketika mendengar suara bedentum.
Seperti yang dirasa Ali (38) warga sekitar. Diceritakanya, sebelum kejadian, ia melihat tongkang itu ditarik menggunakan dua kapal dari arah ulu mengarah ke ilir sungai Musi.
Namun, diduga tali penarikan tongkang tersebut putus, yang mengakibatkan tongkang tersebut tidak dapat dikendalikan.
Sehingga, langsung menabrak tiang pancang yang berada di tengah-tengah sungai.
"Waktu itu, kami sedang memancing disana. Ketika hendak pindah, ada bunyi tabrakan kami melihat tongkang itu menabrak tiang pancang Jembatan Musi IV," ucapnya
Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, meskipun menurut Ali saat kejadian ia dan rekanya tanpa fikir panjang naik kedarat.
Berdasarkan hasil dilapangan, tongkang tersebut telah dipindahkan, saat ini masih berlangsung negosiasi antara pihak kapal Tanjung Buyut yang menarik kapal dengan PT Adhikarya.
Lantaran, selain kerugian materi, kerugian waktu yang membuat target pengerjaan harus selesai tahun depan terancam mundur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fender-jembatan_20170331_211908.jpg)