Kimono dan Yukata. Apa Bedanya ?

Tidak sedikit yang menganggap jika yukata dan kimono adalah pakaian yang sama. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya yukata dan kimono berbeda ?

Tayang:
www.acehtraffic.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM -- Bagi penikmat film anime (animasi jepang), mungkin sudah sering sekali melihat karakter perempuan dengan pakaian kimono atau yukata. Tidak sedikit yang menganggap jika yukata dan kimono adalah pakaian yang sama. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya yukata dan kimono berbeda ?

Sekilas sama tapi berbeda, kimono merupakan pakaian tradisional Jepang yang biasa dipakai untuk perayaan-perayaan tertentu dan biasanya terdiri dari berbagai lapisan dan juga hiasan. Bahan pembuatan kimono berasal dari katun dan wol atau serat buatan yang dibuat dengan cara ditenun, dengan harga yang tentu lebih mahal.

Sementara yukata adalah salah satu jenis kimono yang biasanya hanya dipakai saat musim panas. Berbeda dengan kimono yang terbuat dari bahan yang lebih tebal, yukata dibuat dengan bahan kain katun tipis, itulah mengapa pakaian ini digunakan saat musim panas.

Di masa lalu, orang-orang di Jepang sudah memakainya sebagai pakaian yang dipakai setelah selesai berendam air panas. Angin yang menembus lewat celah-celah serat kain membuat para pemakainya menjadi sejuk.

Yukata bisa dikatakan sebagai baju khas tradisional Jepang yang paling simpel dan mudah didapatkan dengan harga yang juga tidak terlalu mahal. Dengan berbagai macam warna dan motif dari yang sederhana sampai yang meriah, bisa dibilang bahwa hampir setiap orang di Jepang terutama perempuan mempunyai yukata yang dengan beragam motif yang  jarang bisa ditemukan kembarannya.

Apa yang membedakan keduanya ?

1. Kimono dipakai menggunakan kaus pelapis di dalamnya, sementara yukata tidak.

 

Yukata lebih simpel dan cocok digunakan saat cuaca panas karena dikenakan tanpa kaus. Sebagian besar orang memakainya setelah keluar dari kamar mandi dan pergi ke tempat tidur.

Harga yukata juga jauh lebih murah dan sangat bervariasi sesuai dengan kualitas dan perusahaan yang memproduksinya.

Ada yukata yang harganya sangat murah tetapi kualitas kain dan printnya yang sedikit mengecewakan, ada juga yang memiliki brand tertentu dengan harga lebih mahal.

Kisaran harga yukata antara 2.900~20.000 yen (sekitar 300ribu rupiah~2 juta keatas). Ada juga penjual yang kadang menjual yukata bekas di toko-toko secondhand atau antique collection shop dimana harganya pun bisa lebih murah atau malah lebih mahal dari kisaran harga tersebut.

2. Orang-orang memakai kimono di semua musim,  tapi yukata hanya dipakai saat musim panas.

Kimono dipakai di semua musim karena memiliki bahan yang tebal. Tetapi yukata tidak bisa dipakai sepanjang tahun karena terbuat dari lapisan yang tipis tidak cocok dipakai saat musim dingin.

Biasanya digunakan saat acara formal seperti mengunjungi kuil saat tahun baru, panahan, acara-acara tradisional jepang atau saat pernikahan.

3. Kimono lebih mahal dari yukata.

Kimono terbuat dari wol yang memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan bahan kapas yang digunakan untuk membuat yukata.

Untuk kisaran harga, kimono asli jepang sendiri dibandrol 30-50 juta/stel. Untuk kimono lengkap kelas atas harganya lebih tinggi lagi. Berkisar 100 sampai 200 juta.

Lumayan mahal untuk ukuran dompet pelajar/mahasiswa ya. Daripada beli mahal-mahal, lebih baik cari yang bisa disewa saja. Tapi jika ternyata budget memadai, mengapa tidak ?

4. Yukata digunakan sebagai pakaian sehari-hari, sedangkan kimono adalah kain tradisional dan formal.

Ada tata cara khusus memakai kimono, karena itulah pakaian ini hanya dipakai saat perayaan tradisional Jepang seperti upacara pernikahan, upacara kedewasaan dan lain-lain. Sementara itu, masyarakat Jepang memakai yukata hanya untuk festival musim panas.

Sumber : Japanese Station/wasa-bi.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved