Breaking News:

Perang Lawan Perburuan Harimau Sumatera dengan Fatwa

Dalam rentang 10 tahun populasi satwa dilindungi tersebut drastis berkurang hingga 20 persen akibat perburuan.

Editor: Sudarwan
KOMPAS.COM/FIRMANSYAH
Penandatanganan nota kesepakatan antara MUI dengan Lingkar Institute dalam memerangi perburuan harimau Sumatera 

Selain membangun kesadaran melalui pendekatan agama perang melawan perburuan harimau juga dilakukan MUI dan Lingkar Institute, TNKS dan kepolisian dalam melakukan pembersihan jerat harimau di dalam kawasan hutan.

"Dalam beberapa patroli di kawasan hutan TNKS kami sering menemukan puluhan jerat harimau yang dipasang oleh pemburu dan kami musnahkan," tambah Iswadi.

Sebelumnya, penandatanganan kesepakatan memerangi perburuan satwa dilindungi juga dilakukan bersama Balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), serta empat kapolda di Sumatera, yakni Kapolda Sumsel, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut selain didukung pemerintah juga dibantu oleh Perkumpulan Kebun Binatang di London, Inggris, Century 21 Tiger di Inggris, dan Kebun Binatang Auckland.

"Mereka merasa prihatin dengan keberadaan harimau sumatera, oleh karenanya mereka kumpulkan donasi untuk membantu Indonesia menyelamatkan harimau sumatera," demikian Iswadi.

Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved